Aku pernah berandai, bagaimana jika nantinya aku menjadi tokoh yang sangat berharga di kisah hidup seseorang? padahal hal yang aku lakukan selama ini hanya menjalani hari-hariku yang kebanyakan menangis?
kadang hidup terlalu lucu bagi sebagian orang termasuk saya. mengapa semesta menempatkan saya diposisi yang tidak dapat saya pahami? entah darimana asal ide itu berada, tapi menempatkan saya bersama orang-orang yang asing dan berusaha menguak siapa saya yang sebenarnya, memaksa masuk dan menjadi tokoh dari bagian cerita hidup saya itu membuat saya kebingungan.
sakit sekali bukan melihatnya bersama masa lalunya?
diksi-diksi tragis yang pernah aku tuliskan, adalah sebuah isyarat untukmu berhenti melakukan banyak hal bodoh yang membuat dirimu sendiri hancur. jujur aku sangat lelah untuk menolongmu, kau berusaha membangun namun kau juga yang menghancurkannya dalam waktu yang tak lama. entah itu bodoh atau ceroboh, seperti terlihat sama dan tak ada bedanya.
aku tidak pernah berteriak pada diriku sendiri sekalipun kemarahanku sudah memuncak di ujung kepada, aku melihat diriku sebagai seseorang yang sepertinya sudah pantas dikasihani, tapi aku tidak mau. aku mungkin bodoh, mendiamkan dan menerima semua alasan-alasan itu. tapi bukankah hal itu lebih baik daripada terus menjadi tokoh yang kesannya menyalahkan dan tidak mau mendengar apapun? itu menyakitiku, namun selama itu membuat kita baik-baik saja mengapa aku tidak mencoba mengalah?
every how-was-your-day questions, the way you listen to my stories, they say it's the bare minimum, but so why? those little things still matter, at least for me. I just want to appreciate things from the simplest one.
mengapa tangisku adalah hal yang mudah kau sebut-sebut?
mengapa seringkali kau bisa menyelipkan dia diantara waktu, obrolan, dan tawa kita? padahal kau tahu itu akan membuatku sedih, mengapa kau tetap lakukan? mengapa?
tidak sekalian saja kau tautkan jemarimu di tangan cantiknya itu, sayang?
ma, aku ingin pulang. apa artinya ada di tempat yang aku inginkan, jika orang-orang yang aku harapkan mampu menemani justru meninggalkanku tanpa dipikir lagi?
2 tahun awalnya ku kira tak terasa, ternyata sangat terasa dan masih kau orangnya. masih tetap sama juga pisaunya. bahagianya mungkin bertambah, tapi kau masih terikat pada hal yang sama, bermain pisau itu di tempat yang salah. mengapa aku masih tetap sama padamu?
aku berharga, iyakan?
note yang kamu tulis, warna kertasnya mulai pudar. goresan tinta nya ada yang sudah mulai sirna. apa yang mampu aku simpan untuk menyemangatiku selain kertas-kertas ini? karena ucapanmu yang tak pernah sama kuat dan kokohnya. berubah tiap saat, membingungkanku.
beberapa hari ini sering menghembuskan napas berat ya? tidak apa-apa jika itu membuat berat yang ada di dadamu sedikit berkurang. ya, walau hanya sedikit.
kadang aku bertanya, untuk apa masih saja keras paksa apa yang sudah mati dari lama?
aku tidak akan kemana-mana, apa kau juga sama atau justru sebaliknya?
dia cantik, tapi aku akan mengatakan aku lebih cantik. dia orang yang membantumu dari masa-masa sulitmu, tapi aku orang yang sering kau hampiri ketika kau butuh telinga dan dukungan. jika kau bilang dia sempurna, maka aku akan mengatakan bahwa aku tidak karna aku masih ingin terus membentuk diriku menjadi lebih baik lagi, kalau kau mau mari belajar bersama, namun jika kau memilih untuk bersama yang sudah baik seutuhnya, silahkan hampiri dia saja. sempurnaku tidak akan pernah ada, sementara cacat yang ada padaku adalah wadah belajarku.
sungguh, aku tidak akan mempersilahkan diriku melihat dirinya lebih daripadaku untuk waktu yang lama. maafkan aku diriku, aku terlanjur memberimu celah untuk merasa lebih rendah daripadanya padahal kau sudah sangat baik dari versiku.
dalam benakku, aku ingin sekali memukulimu, menjambak, dan memarahimu. tapi yang aku lakukan hanya diam kemudian menangis di sampingmu. bodoh sekali memang, aku menjadi seorang yang lemah dihadapanmu.
back to desember - taylor swift gak pernah gagal jadi lagu paling galau versi aku haha.
sayang, ayo kita selesaikan ini bersama ya? ini masalah, kalau hanya aku yang merasa dan hanya aku yang ingin selesaikan maka akan selalu berulang nantinya. aku butuh kamu turut ikut ambil langkah dalam hal ini. aku lelah jika hanya aku sendirian. aku kan ada kamu, mengapa aku hanya sendirian? ini kan untuk kita juga :)
jangan membuatku tidak percaya pada diriku sendiri. aku takut aku yang lelah, hingga aku memutuskan pergi. aku sempat menguburmu dan perasaanku tentangmu rapat-rapat dulu. aku tidak ingin itu terulang lagi. aku ingin kau tegas, tegas pada dirimu sendiri dan melihatku sebagai seorang perempuan yang harus kau jaga dan perjuangkan. buat aku kembali mempercayaimu, jangan buat aku semakin meragukanmu. luka yang dulu belum seutuhnya benar-benar sembuh. kau tahu itu.
tidurku tidak pernah tenang akhir-akhir ini. selalu terbangun di tengah malam atau subuh hari.
kepalaku ini penuh dengan hal-hal yang berlarian kesana kemari, telingaku berusaha ku tutup agar tidak semakin memperburuk suasana hatiku. aku juga mau percaya kamu.
"kamu harus tegas ke dia fay" semua orang bilang.
"iya aku harus" kataku pada diriku sendiri.
if only I could have so many voices to say how sorry I am.
I'm sorry if I hurt you.
aku terlalu banyak menangis, bahkan kau tidak mengetahui sesakit apa yang sudah aku simpan dan aku diamkan.
sudah sejak dulu aku berusaha menyembunyikan semua perasaanku, apa yang bisa aku simpan, aku tahan, aku rengkuh sendirian. lalu apakah sekarang aku selemah itu untuk hanya melakukan hal yang sama?
aku sering berpapasan dengan dia, masa lalumu yang sekarang aku lihat. mata kita sering bertemu, bahkan saling bertatapan selama beberapa detik. tapi ada kesempatan dimana, aku merasakan ada yang tidak beres. apa ini hanya perasaanku atau memang benar ada sesuatu? mengapa harus buang muka jika memang tidak ada sesuatu? ada apa sih?
I know that it breaks your heart when I cry again. but can we get through this? I hope we'll get past this.
aku menyukaimu, sesuka itu.
tolong jangan hanya mencintai di awal. aku ingin kau sampai akhir.