Lekat
Malam
itu kembali teringat
muncul
dan sangat lekat
semuanya
mendadak pekat
Diperlihatkan-Nya
padaku tentang sesuatu yang pernah terikat
Diri
ini memilih tirakat
dengan
kesungguhan niat
hingga
merasa nikmat
Inginku
meminta taat
tetapi
ada hati yang telah menetap tepat
memantapkan
diri tanpa syarat
Namun
tiada kata yang mampu ia ucapkan
sekali
berkata dan parau tertekan
Aku
seperti sesuatu yang mudah kau lupakan
tanpa
sesal dan tak sama sekali memberatkan
Kala
itu pula, kau lepaskan
genggaman
tanganmu seperti tanpa beban
tak
seperti sedia kala yang takut kehilangan
Naluri-naluriku
seakan berhenti tak berjalan
Malam
yang menggiringku pada musim rentan
gersang
sudah pelataran
merasakan
hati yang temaram menjadi acuan
Musim
kemarau datang memenuhi kekosongan
melumpuhkan
tiap ingatan
Kau pergi pada malam menuju gersang
di musim kemarau yang ‘kan datang
dan
itu adalah kesimpulan
Love,
/Bie/


1 komentar