Hai, kalian apa kabar? Masih di rumah aja ya hehe. Pada postingan blog kali ini saya nggak akan bahas yang asmara-asmara dulu. Salah satu pembaca blog saya memberikan ide pada saya untuk menuliskan tentang ‘insecurity & overthinking’ yap, seputar itu dan mungkin saya akan menambah beberapa hal tentang self love. Yuk, kita bahas pelan-pelan.
Insecure dalam psikologi jika diartikan berarti, sebuah upaya dari adanya emosi yang terjadi apabila kita menilai diri kita menjadi seorang inferior dari orang lain. Seorang inferior di sini berarti seseorang yang merasa rendah diri ya. Terkadang emosi-emosi dalam diri kita itu juga bisa hadir karena penilaian diri kita oleh orang lain yang kurang bisa kita terima pula. Juga karena kebiasaan membanding-bandingkan.
Padahal kita sendiri juga tahu, bahwa memiliki rasa rendah diri itu akan sulit untuk dibuat normal lagi. Bahkan walaupun kita dapat motivasi dan saran dari orang-orang terdekat. Banyak dari orang-orang yang merasa dirinya insecure, mereka membuat sebuah patokan yang akan mereka capai tentunya. Namun, setelah patokkan itu tercapaipun mereka belum bisa merasa puas. Mereka akan jadi seseorang yang selalu ingin lebih. Itu bisa jadi sebuah hal positif untuk berkembang jadi lebih baik lagi, tapi juga bisa jadi hal negatif karena kurangnya rasa bersyukur. Karena mereka masih merasa rendah diri. Masih merasa kurang dibandingkan dengan orang lain. Tanpa sadar, mereka yang sebenarnya sudah cukup namun masih merasa kurang itu bisa dibilang ‘tidak bersyukur’. Bahkan mereka juga seringkali merendahkan diri di depan orang lain yang benar-benar masih kurang, dan bisa membuat mereka ikut menjadi insecure.
Insecure juga bisa kita rasakan saat kita mulai merasa malu atau tidak percaya diri. Contohnya dengan warna kulit, jenis rambut, berat badan, hal yang bersangkutan dengan ekonomi, dan banyak contoh-contoh lainnya yang tidak sesuai dengan diri sendiri. Untuk itulah kita terbiasa memancarkan sesuatu yang berkaitan dengan aura diri kita. Terkadang insecure juga bisa terjadi karena diri sendiri yang sulit atau kurang bisa untuk mengendalikan emosi.
Setiap orang di dunia ini pasti punya rasa insecure-nya masing-masing. Lalu menurut saya pribadi, yang jadi permasalahannya itu adalah diri sendiri. Pastilah ada fase-fase dimana kita membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang menyangkutpautkan tentang kelebihan dan kekurangan diri. Padahal sedari kecil kita sudah diajarkan untuk bisa menerima berbagai macam perbedaan. Setiap orang yang lahir di dunia ini diberkahi dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Kita hidup untuk menerima setiap kekurangan itu dan saling melengkapinya. Kita juga hidup untuk mengembangkan kelebihan yang telah dianugerahkan itu. tidakkah menurutmu kita terlalu egois untuk mengingini hidup kita ini bisa jadi seperti hidup orang lain? Coba kalian pikirkan dengan perlahan, benarkah apa yang sudah kita lakukan selama ini? Mengingini sesuatu yang menjadi kepunyaan orang lain, ingin hidup seperti orang lain yang menurut kita itu lebih baik, lebih perfect, lebih nyaman, dan lebih aman. Salah, udah pasti itu nggak bener. Tuhan nggak pernah pilih kasih kok. Yuk, jangan terlalu sering melihat sosial media. Karena dari sosial media juga rasa menginginkan apa yang orang lain miliki jadi kian besar. Sosial media memang bisa jadi tempat inspirasi, tapi ketahuilah bahwa selalu ada batasan.
Coba kamu ingat-ingat lagi, sudah berapa banyak rasa syukur yang sudah kamu sia-siakan. Sudah berapa banyak waktu yang kamu buang untuk mengobrol dan berterima kasih pada Tuhan atas hidupmu hanya untuk kamu gunakan stalking atau memandangi atau iri kepada hidup orang lain yang bahkan kamu sendiri nggak tahu udah sebanyak apa usaha dia agar bisa terlihat seperti itu. Kita memang nggak akan bisa tahu seperti apa perjuangan orang lain agar bisa dilihat sebagai orang yang pantas dipandang. Atau apa ya kata lainnya, sampai lupa. Ah, bisa diidam-idamkan. Atau jangan-jangan orang itu juga selalu bersyukur atas hidupnya yang bisa saja sebenarnya biasa saja. Namun, karena syukur itu Tuhan selalu memberkati hidupnya. Siapa yang tahu.
Dari sini sekarang aku tanya kamu insecure atau kamu kurang bersyukur? Hal yang baik yang harus kita bandingkan dengan orang lain adalah, kita harus menganggap diri kita lebih spesial dan lebih beruntung dari orang lain. Anggaplah begitu, walaupun oksigen dan matahari tak hanya tercipta untukmu.
Menoleh ke masa lalu juga bisa jadi salah satu penyebab kamu bisa jadi insecure. Banyak kesalahan dari masa lalu yang mungkin belum bisa sepenuhnya kamu maafkan. Iya, memaafkan dirimu sendiri atas kesalahan-kesalahan itu. Hey, kamu sudah tidak lagi hidup di masa lalu. Kamu yang sekarang sudah melangkah jauh dan pergi dari masa lalumu yang kelam. Itu semua memang pernah terjadi. Tapi sudahlah, jadikan itu sebagai pelajaran dan jangan sampai kelak di masa depan kamu melakukan kesalahan yang sama. Karena masa lalu nggak akan pernah bisa mendefinisikan dirimu yang sekarang.
Overthinking. Overthinking adalah memikirkan sesuatu secara berlebihan. Nah, dari pengertiannya aja udah kebaca kalo bisa bawa hal yang gak baik. Kan yang berlebihan itu nggak baik. Walaupun mungkin baik karena artinya kamu bisa jadi termasuk orang yang memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi sebelum bertindak. Kalau kamu adalah orang yang terlalu banyak berpikir sebelum bertindak namun pada akhirnya hanya melakukan sedikit tindakan bisa jadi kamu adalah orang yang overthinking. Overthinking juga jadi salah satu penyebab rasa insecure itu timbul. Tidak baik juga buat kesehatan, karena bisa membuat kalian mengalami kecemasan dan kehilangan kedamaian dalam diri. Saya bukannya nyuruh kamu jadi orang yang cuek, tapi jangan jadi pribadi yang terlalu keras ke diri sendiri. Jangan berpikir kalau kamu nggak berharga, kamu nggak menarik, dan kamu nggak pintar. Remember this, everything starts from the mind! Karena overthinking seringkali mengarah ke arah negatif, yuk sama-sama berpikir positif.
Nih melansir dari laman hellosehat.com, manusia memiliki sekitar 70.000 pikiran setiap hari dan 90% di antaranya adalah pikiran yang sama seperti yang kita pikirkan di hari-hari sebelumnya. Jadi masih mau overthinking? Masih mau buang-buang waktu buat mikirin hal yang sama setiap hari? Apalagi kalo yang dipikirin tuh gebetan, mampus gak lo? Dia aja gak mikirin lo, ngapain lo mikirin dia? Kasian tuh saraf otak lo. Hahaha, ayo dong semangat jangan overthinking. Maybe, saya bukan orang yang mudah memiliki rasa insecure, tapi saya adalah orang yang bisa dibilang mudah untuk overthinking. Mulai dari pikiran yang cuman Tuhan yang tahu jawabannya pun saya pikir seperti, “kenapa aku lahir dan hidup di Indonesia, nggak di Inggris atau Amerika?” gak berguna banget kan:’) yok ayok semangat aku dan kalian pasti bisa pelan-pelan mengurangi dan menghilangkan overthinking ini.
Kenapa kita bisa overthinking? Nih ada beberapa penyebabnya, simak ya:
• Baper dan terlalu mikirin komentar netijen
Gak bisa lepas dalam bercanda karna terlalu takut mikirin komentar balasan dari lawan bicara
• Terlalu mikir perkataan seharian ini dan takut kalau ada yang menyinggung perasaan orang lain
• Berprasangka buruk dan beranggapan banyak orang tak menyukai kita
Takut jika gagal memuaskan orang lain dan gak
• tidak bisa memenuhi ekspektasi mereka
Terlalu jauh berpikir dan memprediksikan hal negatif yang bakal terjadi
• Hanya berporos pada kekurangan dan lupa pada kelebihan yang lain
Jadi itu tadi beberapa penyebab kenapa kita bisa overthinking. Bener ya? Iya saya tahu kok kalau bener. Yok, kita lawan satu-persatu. Gimana caranya biar kita nggak terus-terusan overthinking? Hal yang paling utama harus dilakukan adalah jangan sampai kamu berdiam diri cukup lama. Karena, berdiam diri akan memicu diri kita untuk memikirkan hal yang aneh-aneh bahkan hal yang nggak perlu dipikir.
Cara sederhana lainnya yang bisa dilakukan yaitu :
• Mendengarkan musik, ikut menyanyikan lirik-liriknya.
• Membaca buku yang disuka
• Melakukan hobi, asal hobinya bukan stalking mantan atau stalking saingan
• Olahraga
• Memasak
• Mengobrol bersama keluarga
• Menulis hal-hal yang kamu khawatirkan di buku, lalu tulis juga beberapa cara yang kamu pikir bisa menyelesaikan ke khawatiranmu asal nggak sampai overthinking.
Selalu ada banyak hal negatif yang terlalu mudah diambil, dan membuat kita menyampingkan hal-hal positifnya. Insecure juga ada hal positifnya kok. Hal positif yang harus kita pikirkan dari insecure adalah jangan pernah membuat diri kita merasa bahwa kita mendefinisikan siapa diri kita sekarang. Sehingga merasa bahwa diri kita ini tidak layak. Kita yang masih muda, jalan kita masih panjang. Saat ini kita masih berproses, kita masih berjalan untuk mencari jati diri. Dirimu yang sekarang bisa saja adalah dirimu yang akan kau lupakan esok. Jadi, anggaplah semua ini proses dan sebuah fase yang akan selalu bisa kita lewati.
Menurut saya pribadi cara mencegah insecurity itu mudah, karena saya bukan pribadi yang mudah merasa insecure tapi bukan karena saya adalah orang yang tidak mudah insecure lalu saya berkata bahwa cara mencegahnya itu mudah. Tapi karena cara mencegahnya itu mudah, asal ada kemauan. Kemauan yang kuat pastinya. Lagi pula siapa sih yang mau terus-terusan terpuruk karena insecure? Ya kan yakannn. Jadi caranya itu, kalian harus melawan rasa insecure itu dengan hal-hal yang positif seperti terus mengembangkan talenta dan kelebihan yang kalian punya, mencoba hal baru dan mengembangkannya, melawan orang-orang yang berusaha menjatuhkan dan membandingkan diri kita dengan orang lain dengan cara membalasnya dengan perkataan yang positif dan membangun, kamu juga bisa mendiskusikan tentang rasa insecure mu kepada orang lain. Seperti orang yang profesional dalam bidang itu, yaitu psikiater jika kamu merasa ada sesuatu yang berbeda dan perlu ditangani dalam dirimu seperti contohnya jika kamu merasa rasa insecure mu berlebihan, karna kita sendiripun tahu apapun yang berlebihan itu tidak baik. Atau kamu juga bisa bercerita pada orang yang kamu percaya, orang tuamu, kakak, atau lainnya.
Kalau kamu ingin tahu, kamu itu spesial. Kamu itu berharga. Kamu nggak bisa dibanding-bandingkan sama orang lain. Kamu berbeda, kamu nggak sama seperti orang lain. Karena kamu adalah kamu. Orang lain mungkin bisa berkomentar tentang kamu, entah itu komentar yang memotivasi atau komentar yang menjatuhkan. Tapi orang lain nggak akan tahu tentang siapa kamu sebenarnya, karena orang yang paling kenal sama kamu adalah diri kamu sendiri. Mulai sekarang, ayo mulai menyaring omongan orang lain tentang kita. Kita nggak bisa terus-terusan hidup seperti apa yang diinginkan orang lain. Karena diri kita adalah hak dan kuasa kita. Kamu boleh dan berhak hidup seperti apa yang kamu inginkan walaupun orang lain tak suka. Ambil baiknya untuk terus memotivasi dirimu agar terus tumbuh menjadi pribadi yang baik. Ambil beberapa omongan buruknya, sebagai batu panjatan dan sebuah dorongan agar kamu bisa berkembang dan bertumbuh jadi manusia yang berhati luas dan lapang.
Kamu cantik, hey perempuan. kamu tampan, hey laki-laki. Cantik dan tampan itu relatif. Nggak bisa diukur dari tampang walaupun terkadang first impression itu juga penting bagi beberapa orang. tapi inget, don’t judge the book from it’s cover. Kita nggak boleh rasis. Kalau yang hitam dan sawo matang itu buruk. Lalu yang putih dan kuning langsat itu bagus. Semua udah ada porsinya masing-masing. Ayo, mulai mencintai diri sendiri dengan memulai hal baru. Dunia itu keras, kamu nggak akan kuat nantinya hidup sendirian di luar sana kalau kamu nggak segera mulai untuk belajar. Banyak hal baru yang bisa dipelajari, yang akan berguna juga untukmu ke depannya. Kalian adalah makhluk yang diciptakan dengan talenta, hanya tinggal kalian mau nggak ngembanginnya? Selalu ada talenta tersembunyi yang akan tetap tersembunyi kalau kalian nggak mulai cari. Juga selalu ada talenta baru yang akan berkembang dengan baik jika kalian mau terus mengembangkannya sambil terus berdoa memohon bimbingan dari Sang Kuasa. Tuhan nggak pernah menciptakan manusia dalam keadaan yang buruk. Bahkan Ia sendiri yang menciptakan manusia segambar dan serupa dengan diriNya. Jadi, kita sebagai manusia harusnya bersyukur karena dari banyaknya ciptaanNya, kita adalah yang dianggapNya sempurna. Jangan lupa bersyukur ya kalian. Tuhan selalu ada bersama kita. Tapi kita seringkali hanya mengobrol denganNya untuk mengadu kekurangan dan hanya terus meminta. Seringkali lupa bahwa ada hal yang lebih sederhana yang juga seringkali kita abaikan yaitu bersyukur, berterimakasih masih bisa hidup dengan baik sampai saat ini. Bahkan di tengah-tengah pandemi yang tak kunjung surut seperti sekarang.
Sampai di sini dulu pembahasan #beropini selalu nantikan postingan-postingan selanjutnya. Jangan lupa self love ya!
Love,
/Bie/

