bie with you
  • Home
  • About
  • Prosa
  • Puisi
  • Beropini
  • Kisah
  • Letters
Hmm, I'm a little lost for words.

Okay. 


Hi, everyone. Aduh sok sok an pake Bahasa Inggris wkwk. Hai kalian, apa kabar? Semoga baik ya untuk hari terakhir di tahun ini. Jangan tanya kabarku, sudah jelas kalau pasti 'tidak jelas' haha.


Jadi sekarang udah ada di ujung tahun, bener-bener ujung karna udah 366/366. Gimana tentang tahun ini? Speechless ya wkwk. 2020 tuh bener-bener kaya lagi naik rollercoaster, cepet, bikin jantungan, pas lagi diatas gak lama, pas lagi dibawah pun gak lama. Hal-hal yang udah dipersiapkan banyak yang tak terjadi, malahan hal yang paling tidak ingin terjadi, terjadi. Banyak kejutannya. Tahun yang bener-bener beri banyak pelajaran. Mulai dari dipaksa sampai jadi terbiasa, diberi waktu untuk menikmati rebahan dan liburan (alias di rumah aja) sampai muak rasanya. Berlindung dibalik masker mulai dari yang tipis-tipis hingga berlapis-lapis. Sesak. What about mental health? I don't know, for real :) sometimes many reasons make me sad and happy on the same times. Sometimes just me and my thoughts, overthinking my overthink.


2020 merupakan satu tahun spesial yang semesta kasih untuk setiap kita belajar tentang waktu, kebersamaan, menghargai sesuatu, mencintai diri sendiri, dan banyak hal lainnya. 2020, tahun ini mungkin akan memecahkan rekor sebagai tahun yang paling banyak menerima keluhan —mengalahkan 2019. Tahun ini buat kita belajar dan melakukan apapun secara online. Gimana kabar mata yang seringkali lelah hingga memerah? Kabar punggung dan pinggang yang seharian dipaksa duduk manis menghadap layar. Otak gimana juga tuh kabarnya? Makin terlatih lah yaa. Kalo hati gimana? Kalo hati...


Kondisi hati di tahun 2020 hancur lebur jadi bubur, terlempar, nanar, dan terkapar. Udah kaya lagi main carousel, seneng pas diputaran satu sampe tiga doang. Diputaran-putaran selanjutnya dibuat pusing, bosan, dan dipaksa merasakan hal-hal yang sama. Sakit, senang, sedih, stres, diterbangkan, lalu dijatuhkan yaudah gitu-gitu aja. Tapi bersyukur karna dengan dihadirkannya banyak kemudahan yang jelas diiringi dengan berbagai kesulitan itu, membuat kita semua belajar sesuatu yang bahkan awalnya tidak mau susah-susah kita pelajari tapi harus dipaksa belajar untuk mau. Dipaksa dewasa dan menerima. Ternyata aku memisalkan 2020 seperti taman bermain saja ya haha, ada rollercoaster dan carousel. Ya memang nyatanya tahun ini serandom itu. 


 


Tahun 2020, aku ingin berterimakasih. Untuk setiap waktu yang telah aku lewati, beribu tawa, dan berjuta tetes air mata. Untuk tambahan satu tahun diumurku, untuk berbagai cara yang berusaha dihadirkan agar aku belajar dewasa dan 'meng-gapapa-kan' diri. Untuk ujian nasional yang dibatalkan juga tentunya hahaha. Tak lupa karena diterima di universitas yang aku cita-citakan. Terimakasih Tuhan sudah bekerjasama dengan sangat baik dengan tahun 2020 menunjukkan siapa saja orang-orang yang masih bertahan denganku hingga saat ini, serta menunjukkan siapa saja orang yang tak pantas atau sekedar dihadirkan untuk memberi pelajaran terbaik dalam hidupku. Berat memang rasanya kehilangan dan dihilangkan. Sakit memang rasanya ditinggalkan. Tapi, Tuhan selalu ganti sosok yang hilang dan pergi itu dengan sosok yang lebih baik :). Kalau belum dapat, sabar. God's timing is perfect. Percaya saja kau dan aku akan dapatkan. Kita ingin, tapi belum tentu itu yang Tuhan inginkan. Kalau kata orang-orang, banyak hal baik selalu datang belakangan. Tapi karna ini udah sangat belakangan dan kamu belum dapatkan, ya jangan sedih. Itu kan kata 'orang' bukan kata Tuhan :). Mau di awal, pertengahan, atau belakangan kalau Tuhan yang kasih pasti itu adalah hal baik. Bahkan untuk setiap kesulitan dan masalah yang udah kalian dan aku lalui dibelakang atau hari ini itu juga dihadirkan Tuhan bukan tanpa alasan. Gak melulu setiap masalah dan kesulitan harus dipandang dari sisi sebelah kanan aja. Sisi sebelah kiri nanti iri loh wkwk. Gak gak gitu, maksudnya tuh gini.. Setiap hal mau itu kejadian baik dan buruk selalu bisa dilihat dari banyak sisi. Kita mungkin dengan mudahnya bisa lihat suatu masalah adalah hal buruk yang menimpa. Tapi udah pernah belum coba lihat suatu masalah dari sisi positifnya? Dapet masalah bisa buat kamu belajar gimana menemukan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu. Dapet masalah bisa buat kamu lebih sabar, hati-hati, dan belajar melihat segala kemungkinan. Masih banyak lagi sih, tapi itu contoh kecilnya. Gimana? Suka nggak sadar emang. Karna ya gitu manusia, suka fokus sama satu sisi aja. 


Tahun 2020 ini, Tuhan banyak bantu aku khususnya dalam hal memerangi rasa khawatir, melawan rasa insecure, berbesar hati kepada orang lain, stay humble, meluaskan rasa sabar, memupuk dan memberi kasih bagi orang lain dan banyaaaaaak lagi. Bahkan mungkin aku masih gak sadar banyak hal lainnya yang Tuhan beri ke aku, ke kita semua. Sebesar itu kasih-Nya, dan se gampang itu kita nggak peka. Mungkin Tuhan udah banyak kecewa ya sama kita, tapi kasih-Nya lebih besar daripada rasa kecewa itu hingga bisa mengalahkannya. Masih gak bersyukur anda jadi umat-Nya? Sana kalian ke laut aja. Wkwkwk, canda ih.


Sebenernya untuk harapan di 2021 gak ada. Hmm atau mungkin sama seperti harapan sebelumnya. Esok, yang terjadi maka terjadilah. Udah lulus jadi trainee di 2020 kan. Harusnya nanti udah lebih terlatih sih di 2021. 2021 harus lebih banyak bahagianya ya, karna 2020 udah banyak susah dan airmatanya. Setidaknya, kurangilah sedihnya. Jangan banyak-banyak ya, kasian hatimu.


Banyak sekali hal yang sulit diungkapkan dan diceritakan. Padahal 'banyak'. Mungkin kalau dirangkum, what I've learned in 2020 it's this : It's okay to not be okay. Then, for 2021 I want to be okay. I don't even wish so much for fantastic or marvelous or outstanding. I will happily settle for okay, because most of the time, okay is enough.  :)


Seperti yang udah tertuliskan pada paragraf-paragraf sebelumnya bahwa 2020, memberi banyak pelajaran dari rasa sakit. Tak hanya dari bahagia yang datang. Mengajarkan bahwa justru banyak pelajaran baik datang dari permasalahan yang sukar dan menyakitkan. Karna kita masih terus dibentuk dan diproses, tidak akan ada yang berani menjamin bahwa tahun depan tidak ada yang namanya rasa sakit. Kalian pikir gula yang manis itu juga melalui proses yang manis sejak awal? Tidak. Beribu tebu masuk proses pemilahan, kemudian  tebu-tebu terbaik yang telah terpilih, digiling, dan dimurnikan. Setelah itu masih ada banyak tahap untuk menjadikan tebu yang keras itu menjadi butiran gula yang manis. Selalu ada proses sulit yang juga menyakitkan untuk membentuk sesuatu menjadi indah. Begitu juga kita manusia, Tuhan selalu memiliki skenario terbaik-Nya. Kalau proses hanya tentang bahagia dan tawa, kau akan menjadi manusia yang mudah hancur ketika dihadapkan dengan masalah. Bahkan semua kalimat motivasi akan hilang maknanya kalau dari dirimu sendiri tak ada kemauan untuk berani menghadapi proses.


Semua yang pergi, lepaskan, relakan. Teruntuk yang datang, kalau kau mau bukakan, bukakan. Terkadang banyak orang termasuk saya, tak mudah mempersilahkan banyak orang masuk. Saya takut, semakin banyak orang yang masuk akan semakin banyak pula orang yang pergi dan hilang. Semakin banyak orang yang saya dekap, semakin membuat yang lain merasa sesak dan memutuskan untuk pergi. Tidak pernah ada orang yang siap ditinggalkan. Walaupun sudah mengambil ancang-ancang, nyatanya ditinggalkan rasa sakitnya luar biasa. Selalu berhasil membuat roboh dan tak berdaya. Bagi sebagian orang, ditinggalkan membuat mereka menutup hatinya dengan rapat. Bagi sebagian orang lagi, itu adalah fase menyakitkan yang juga memuakkan. Karena ketika ditinggalkan, akan selalu ada orang baru yang masuk. Harus memulai lagi dari awal, menyesuaikan diri lagi dan itu melelahkan. 


Melihat ke belakang, seputar tahun 2020 menimbulkan banyak hal berbeda dipikiran dan hati setiap orang. Kalau saya, saya sedih. Kemarin hari Rabu, 30 Desember 2020 saya membuka buku harian dan galeri foto diponsel saya. Tak banyak menyimpan kenangan memang. Namun ketika saya teringat jika sempat saya membuat keputusan untuk memotret diri saya dikala saya ada di fase senang dan sedih. Saya melihat gambar diri saya menangis difoto itu. Konyol memang, lagi nangis aja difoto dan divideo. Sebenarnya ini adalah masukan dari sahabat saya katanya, "Coba deh kalo lagi nangis foto atau video. Terus liat gimana perasaanmu nanti." dan ya benar, tapi saya sedih melihat diri saya yang begitu "sad girl" di tahun 2020 ini. Tapi bangga juga, dari banyak kesedihan dan masalah itu, buktinya saya sudah ada di hari terakhir 2020 dan baik-baik saja. Masih bernapas dengan baik walaupun hidung saya pesek, hahahahaha.


Banyak perasaan yang telah diudarakan ternyata hanya digantungkan oleh semesta. Banyak cinta yang diberikan, namun dikembalikan setelah dihancurkan. Gapapa. Ikhlas. Tuhan selalu menggantinya. Tapi mungkin, kita semua belum seutuhnya ikhlas dan memaafkan. Karena masih mengingat hal-hal buruk yang dilakukan orang lain kepada kita. Entah itu menyakiti hati kita, atau apapun. Katanya 2021 mau bahagia? Yaudah ayok memaafkan. Kalau sudah memaafkan, jangan diingat-ingat lagi. Kan kudu ikhlas. Percayalah, hati yang sudah mengikhlaskan dan melepaskan segala kesakitan yang sempat didekap itu melegakan nantinya.


Sudah merasa cukup ditinggalkan belum di tahun ini? Bawa semua hal yang kalian rasa itu worth it untuk diajak ke 2021. Don't beg for what doesn't want to stay with you. Isn't worth it. Buy an ice cream, with your favorite flavor. You deserve it. So do I, I will pay for the vanilla sundae. Because I know, I deserve the vanilla.  You know, there is always a cost for everything. So choose wisely, choose wisely every choices you'll take. Ok? (^_-)


"that's the thing about pain. It demands to be felt." —The Fault in Our Stars. Cocok banget gak sih setelah kita melalui 2020 ini, kalau dilihat-lihat emang banyak rasa sakit yang memaksa dan meminta untuk dirasakan. Bersyukur aja masih bisa merasakan rasa sakit. Karna sebenernya, nggak merasakan apa-apa itu lebih gak enak lagi. Kalimat dari film The Fault in Our Stars itu juga sebagai pengingat untuk 2021 nanti ya. Gapapa nanti dirasakan aja sakitnya, kalau udah hadapi ya. Bisa kok bisa. Toh siap gak siap, besok itu udah 2021 heiiii. Waktu enggan menunggumu. Look at you, you're tired but you're not giving up :) good job for you.


Untuk setiap rasa di 2020 yang sudah berusaha dipeluk agar tak pergi tapi gagal. Bukan karena aku payah untuk mempertahankan. Tapi karena memang sudah waktunya pergi, karena inginnya singgah. Maka, pergilah bersama desau angin malam. Jangan lupa ucapkan selamat tinggal jika tak hendak berjumpa lagi. Tapi juga jangan lupa ucapkan sampai nanti lagi, jika nanti masih ada kesempatan bertemu. Aku tidak akan mengharapkan apa-apa untuk rasa yang abu-abu. Cukup berterimakasih untuk semua rasa yang warnanya abu-abu yang pernah hadir. Sudah sangat cukup mengajarkan banyak hal. Untuk setiap luka yang sudah diberi, gapapa. Mungkin belum sembuh, kering saja belum. Waktu terus berjalan dan waktu memang tidak menyembuhkan luka. Waktu hanya akan membuat kita terbiasa dengan rasa sakit itu sampai kita tidak merasa sakit lagi. Pelan-pelan tapi pasti lebih baik yaa. Inilah mengapa aku memberi judul aneh seperti itu karena ya terlalu banyak hal yang ingin disampaikan sebelum 2020 berakhir dan bergulir ke 2021. Aku tidak ingin menyesal karena tidak menyampaikannya. Mungkin memang tidak semuanya, tapi setidaknya hampir. Ini sudah melegakan. 






Selamat tinggal, 2020. Terimakasih sudah memberikan banyak pelajaran baik dan membantu kami membuka mata, pikiran, dan hati kami dengan cara yang luar biasa. I love you, good bye. 


Hai, 2021. Apakah akan ada banyak kejutan? 
Lihat saja nanti :) 









/Bie/
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Halo, Sayangku ke

POPULAR POSTS

  • Insecure atau Kurang Bersyukur?
    Hai, kalian apa kabar? Masih di rumah aja ya hehe. Pada postingan blog kali ini saya nggak akan bahas yang asmara-asmara dulu. Salah satu pe...
  • Mereka Bahkan Tidak Tahu Siapa Kita
    Mengapa seseorang datang sebagai penyembuh setelah itu ia menimbulkan luka baru yang sama parahnya. Membuat luka lama bernanah lagi. Baru...
  • Lekat
    Malam itu kembali teringat muncul dan sangat lekat semuanya mendadak pekat Diperlihatkan-Nya padaku tentang sesuatu yang pernah terika...

Categories

  • Beropini
  • Bita
  • kisah
  • Letters
  • prosa
  • puisi

Blog Archive

  • ►  2025 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2023 (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2022 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ▼  2020 (12)
    • ▼  Desember (1)
      • Sebelum 2020 Benar-benar Berakhir
    • ►  November (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2019 (14)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (9)

Stay Connected

  • Search

    About Me

    Foto saya
    Fybie Maharani Putri
    hello, it's me Fybie. I'm just ordinary girl. catch me at @fybieee on Instagram. love, Bie.
    Lihat profil lengkapku

    Pesan

    Kalau ada waktu lagi, sesekali mampirlah ke sini. Tengoklah aku.

    Copyright © 2016 bie with you. Created by OddThemes