bie with you
  • Home
  • About
  • Prosa
  • Puisi
  • Beropini
  • Kisah
  • Letters

Kalian semua yakin? Kalau kalian menganggap kita semua ini teman? Tunggu, kenapa aku tidak? Sepertinya kita sendiri yang membuat keadaan semakin runyam.
Jangan saling menyalahkan dulu, coba intropeksi diri terlebih dahulu. Otaknya dijalankan, hatinya beriringan. Jangan salah-satu didahulukan dan yang lain tertinggal di belakang. Semuanya harus dalam porsi yang pas. Jangan merasa paling benar, jangan merasa paling salah juga. Apalagi sampai ada korban. Jangan memenangkan ego diri sendiri dalam sebuah lingkup orang banyak. Karena yang ingin dimengerti bukan hanya dirimu sendiri, tapi orang lain juga ingin dimengerti. Coba pakai pikiranmu, saat kamu menyalahkan orang lain coba pikir latar belakangnya dulu jangan asal ambil kesimpulan tanpa pikir lebih jauh. Bisa saja, maksud orang itu baik. Tapi kamu menerimanya justru sebaliknya.

Mesti nya kalian menjernihkan isi pikiran kalian dulu sebelum mulai menyalahkan atau membenarkan orang lain.

Kalian tahu apa akibatnya itu bagi orang lain? Bisa saja mereka akan kehilangan respeknya pada kalian. Bisa saja mereka sakit hati. Bisa saja orang itu akan balas dendam. Nothing impossible, right?

Untuk kalian yang telah menjadi korban, bersabarlah. Calm down. Berusahalah terlihat baik-baik saja walaupun tidak juga. Berusahalah sebisa mungkin untuk tidak terpaku pada kesalahan mereka dan terus nikmati caramu menyelamatkan mereka yang dipandang salah oleh mereka. Mungkin mereka akan sadar atau mungkin juga tidak. Tergantung bagaimana cara mereka berpikir dan mengambil keputusan. Lagi pula bisa saja mereka ikut-ikutan menyalahkanmu didepan orang lain karena sebenarnya mereka tidak punya kekuatan untuk berbicara dengan baik kepadamu. Lagi pula mereka hanyalah sebatas orang-orangan sawah yang berputar-putar mengikuti hembusan angin. Sabarlah, menyakitkan memang. Tapi dengan begini, kamu juga akan tau seberapa batasan kuatnya dirimu.

Sementara untuk kalian yang menjadi pelaku, ayo cepat sadar! Kalian diciptakan untuk berperilakuan baik. Bukan malah menjadi jahat dan tidak berhati memaki-maki orang yang ingin berbuat kebaikan kepada kalian. Peka lah sedikit menjadi manusia. Kalian hanya sok tau kepada si korban. Tentang apa yang ingin dilakukan dan diperbuatnya sebenarnya kalian tidak tahu apa-apa. Cobalah mengerti, dengan bersikap seperti itu orang lain justru memandang kalian rendahan dan tidak terpuji. Atau mungkin memang dunia sudah berbeda? Lebih mengunggulkan yang jahat daripada yang baik? Sudah, intinya kalian harus sadar diri dan intropeksi sebelum mulai menyalahkan orang lain.

Aku ingatkan, teman tidak seperti itu. Mungkin hanya sebatas kenalan. Pada zaman ini kita harus lebih selektif memakai kata "teman" atau akan runyam. Tidak semua bisa dipanggil teman. Tapi usahakan banyak-banyak lah memiliki teman hingga akhir hidupmu. Semoga kamu berhasil.

Penulis sepertiku ini bukanlah apa-apa di negara ini. Mungkin hanya seperti sebuah titik dibanyak kalimat. Tapi setidaknya sebuah titik ini bisa memberhentikan sebuah kalimat. Aku ingin seperti itu, kepada mereka orang-orang yang masih berpikiran tertutup dan terbalik. Ada untungnya juga menjadi baik walaupun lebih sering disakiti. Bisa melihat dari sudut kehidupan orang lain, mencoba mengerti dan cukup memahami.

Siapa yang tahu tentang akhir dunia? Mari berbuat baik, sebelum terlambat. Kalau dunia ini sudah berubah menjadi jahat, maka jangan kamu ikut serta. Jadikan dirimu berbeda dengan kepribadianmu sendiri.

Berbuat baik hari ini, buahnya menunggumu di masa depan. Untukmu, tetaplah sabar dan tersenyum:)

Tulisan ini, spesial untuk kalian korban kejahatan dunia. Selamat membaca. Aku mencintaimu! Be strong!

/Bie/

[15/4 9.14 PM] Lelaki yang baik: Bie, kamu udah aku ceritain kan?
[15/4 9.14 PM] Lelaki yang baik: Kalo aku ternyata bukan satu-satunya.

[15/4 9.15 PM] Fybieee: Cerita apa?
[15/4 9.15 PM] Fybieee: maksudnya gimana, belum tuh?

[15/4 9.17 PM] Lelaki yang baik: Udah kayanya.
[15/4 9.17 PM] Lelaki yang baik: Lupa an kamu
[15/4 9.17 PM] Lelaki yang baik: Dasar Bie _-

[15/4 9.18 PM] Fybieee: Beneran belum
[15/4 9.18 PM] Fybieee: Kamu cuman cerita kalo kamu udah selesai.

[15/4 9.18 PM] Lelaki yang baik: Iya kah?
[15/4 9.22 PM] Lelaki yang baik: Iya ternyata dia udah punya yang selain aku, tapi ngakunya engga punya.
Pas aku ajak jalan gak pernah mau, pas mau ketemu selalu ada alasan.
Ternyata eehh ternyata,
Angin tiba-tiba menggoyahkan telinga ku dan berbicara "kamu orang bodoh". Awalnya aku ngga ngerti apa maksud kalimat itu, waktu melangkah setapak demi setapak dimulai dari tanda-tanda ringan kronologi di Instagram sampai klimaksnya, aku baru sadar Ternyata oh ternyata angin itu mempunyai makna yang dalam tentang aku di tempo hari
Dan otakku mulai bergerak mencari informasi dari selokan sampai almari,
Oh tidak aku cuma simpanan gelap yang di asuh oleh anjing hitam berbulu manusia
[15/4 9.23 PM] Lelaki yang baik: Gak tau, kalimat ku terlalu bertele-tele

[15/4 9.23 PM] Fybieee: Aku paham alurnya kok
[15/4 9.24 PM] Fybieee: Itu kamu taunya pas kalian udahan?

[15/4 9.24 PM] Lelaki yang baik: Iya selang beberapa hari

[15/4 9.25 PM] Fybieee: Yaampun kok tega?
[15/4 9.25 PM] Fybieee: apalagi dia perempuan



*Lalu dia mengalihkan pembicaraan*


[15/4 9.25 PM] Lelaki yang baik: Bie
[15/4 9.25 PM] Lelaki yang baik: Bagus ngga kata kata ku ?
[15/4 9.25 PM] Lelaki yang baik: Pujilah aku

[15/4 9.26 PM] Fybieee: Bagussss. Apalagi itu secara spontan keluar sendiri

[15/4 9.27 PM] Lelaki yang baik: Kaga senyum kamu?
[15/4 9.27 PM] Lelaki yang baik: Aku jadi kecewa

[15/4 9.29 PM] Fybieee: Loh ini lagi senyummm

[15/4 9.30 PM] Lelaki yang baik: Gatau males pengen makan usus

*Aku berusaha mencari cela untuk mengembalikan topik*

[15/4 9.31 PM] Fybieee: Aku mau nanya

[15/4 9.31 PM] Lelaki yang baik: Tanya gih

[15/4 9.32 PM] Fybieee: Sedih, kecewa, pengen marah nggak pas baru tau dia perlakuin kamu kaya gitu?

[15/4 9.33 PM] Lelaki yang baik: iya, apalagi aku terlanjur sayang, cinta
[15/4 9.33 PM] Lelaki yang baik: Tapi kamu tau sendiri kan, aku juga lumayan jago untuk melupakan seseorang

[15/4 9.34 PM] Fybieee: :( sakit mesti.
[15/4 9.34 PM] Fybieee: Iyaa tau kok, sahabatku satu ini kan strong.

[15/4 9.36 PM] Lelaki yang baik: Aku pamit undur diri ya, kasurku menyapa dengan hangat, kakiku terasa seperti ditarik oleh kehangatan kasur.

[15/4 9.37 PM] Fybieee: iyaaaaa selamat malammm

[15/4 9.38 PM] Lelaki yang baik: Malam yang bersemangat:)

***

Entahlah, laki-laki yang satu ini memang tidak mau menyakiti dirinya hanya karena perempuan yang ia sayang meninggalkannya.

Kalau katanya dulu begini,
"Aku ingin datang dan bersenang, bukan berenang lalu tenggelam." -Gaa

Dia ini sahabat yang kuat, baik dan tulus.
Laki-laki yang sama, yang telah saya tuliskan pada postingan beberapa waktu lalu.
→Bagaimana Kalau Kamu?←

/bie/

Lara, jangan datang dulu ya. Suka tidak pernah seceria ini sebelumnya. Aku takut, kalau Lara datang menghampiri Suka nanti Sedih akan datang juga. Padahalkan Suka sudah berusaha menjauhi Sedih dengan berkawan dengan Bahagia. Biarkan Suka dan Bahagia bersama dulu, ada masanya Sedih dan Lara datang. Tapi nanti saja ya?

Suka dan Bahagia menjadi Cinta. Sedangkan Sedih dan Lara bisa saja menjadi Cemburu.  Sekarang Cinta dan Cemburu adalah musuh, mereka tidak boleh bersama. Cemburu hanya ada dibalik bayangan Cinta dan bukan untuk sebaliknya. Karna bila bersama mereka akan menjadi Duka.

/bie/

Yang dapat kita lakukan hanyalah bersama melipat jarak.

Berusaha agar tak ada yang dapat membentang luas diantara kita selain jarak dan waktu. Semoga saja dapat kita lalui semuanya yang bermaksud memisahkan. Karna yang dapat menghadapi hanya kita, bukan hanya saya atau kamu.

Dapatkah kamu mengerti bahwa disini saya seringkali kau tinggalkan tanpa pesan. Dengan tulusnya juga saya menunggu, walau terkadang sampai larut dan rasa kantuk menghampiri.

Kamu bukan orang yang terbiasa mengundang tangisku datang. Tapi kamu adalah tipe orang yang selalu menghadirkan kalimat penenang.

Waktu terus berlalu, semoga kitapun tak lekas ada di masa lalu.
Pada lara yang pernah menghampiri sukma, aku harap jangan dulu mampir, bertamu atau bahkan sekedar menyapa.

Namanya juga belum mau ku sebutkan dalam teks ini seperti pada postingan sebelumnya, takut kalian mencari tahu tentangnya, lagi pula belum ada nama yang pas untukmu. Bagaimanapun tentangnya selalu ku jaga, walaupun selalu ada kurangnya juga. Sebenarnya sudah dari dulu aku ingin menulis tentangnya. Tapi ada juga yang membuatku berhenti di tengah-tengah. Menulis tentangnya adalah tantangan karna tak banyak ia bercerita tentang dirinya dan apapun yang berkaitan tentang dirinya.

Sejak setahun yang lalu ingin aku menjaganya, jauh dari apa yang akan menyakitinya. Mungkin itu sebabnya aku sering memaksanya bercerita tentang dirinya. Memaksa mungkin kata yang tepat. Karna aku tahu, kamu tempe. Bercanda. Karna aku tahu, kamu bukan orang yang mudah menceritakan semuanya. Kamu lebih suka menyimpannya sendiri.

Kamu pribadi yang aku tahu selalu menjaga perasaan orang-orang terdekatmu. Apapun masalahnya. Kamu suka mendol, makanan yang terbuat dari tempe atau kedelai yang dihaluskan bersama rempah-rempah dan cabe yang di kepal-kepal berbentuk lonjong lalu di goreng. Kamu atlet taekwondo, olahraga yang kamu tekuni dengan niat dan tekad.

Sesulit apapun keadaanku saat ada masalah, memanggilmu atau mengetikkan namamu di ruang obrolan kita sudah membuatku lega hati. Jadi maafkan aku, jika terkadang aku memanggilmu tanpa memberitahu sebabnya. Apalagi kalau aku sudah mengirimimu pesan dengan jumlah yang banyak. Tapi seringkali juga aku bingung bagaimana caranya bercerita padamu, sosial media tempatnya salah paham. Karna apapun yang kita kirimkan dengan maksud kita, bisa saja ditangkap dengan sudut pandang yang berbeda. Aku takut kita salah paham. Hal itu sudah terlalu sering terjadi pada kita. Bisa saja merugikan perasaanku ataupun juga perasaanmu, dan aku tidak mau. Aku tidak mau kita bertengkar dan tak saling bertukar pesan selama beberapa hari.

Tentangmu, selalu ku lakukan dengan hati-hati. Aku hanya menjaga semuanya dengan baik, agar hubungan yang sudah baik tak rusak hanya karna setitik kesalahan.

Kalau rindu, kirim pesan yang banyak. Panggil nama satu sama lain. Pakai emotikon “:’)” . Aku sampai hafal, saking seringnya. Kalau rindu jarang bilang, yang benar katanya langsung “memanggil”. Katamu begini, “kalo kangen ya memanggil dong”. Paham tidak? Kalau tidak ya sudah, biar untuk yang mengerti saja. Tapi, kalau kamu biasanya langsung memanggil secara mendadak. Jadi sering tidak terjawab. Maaf ya.

Pada setiap momen yang tepat pula, aku selalu ingin memotret dirimu yang langka. Seperti tampil di panggung dan membawa gitar misalnya, keren. Kamu itu punya potensi, kamu hanya sedikit malu dan banyak ragunya. Tak hanya fotomu, tapi aku juga menyimpan foto kamu dan aku. Kita berdua. Bagus sekali, aku suka.

Tentangmu sahabatku, aku selalu ingin seperti ini. Karena jika lebih, kita sama-sama takut saling hilang dan pergi. Ini bukan sebuah pengalihankan? Kita memang seperti ini, kamu yang memulainya.

Semoga selamanya, tidak hanya jadi sekedar kata tapi jadi sesuatu yang nyata.

Terkadang merindukan dirimu yang dulu, tapi tiap putaran waktu selalu membawa perubahan pada diri kita yang mau tak mau harus kita terima. Entah dengan diri kita sendiri, atau bagaimana orang lain kepada kita. Untukku, bisa mengenalmu adalah hal baik. Aku mendapatkan seseorang yang baik dan menerimaku. Tak penting bagiku orang lain memandang kita seperti apa, satu hal yang penting adalah kamu percaya dan lebih mengerti kita seperti apa.

Jangan lagi mengadu kamu kecewa karna orang yang kamu sukai ya? Karna aku bisa jadi yang paling dulu maju, untuk mempertanyakan dan memperjelas semuanya.

Intinya, aku percaya kamu adalah kawanku yang baik. Kamu adalah laki-laki yang menjaga sahabatnya. Kamu mungkin terlihat acuh tak acuh, tapi sebenarnya kamu peduli.

Aku sadar yang tampan tidak akan selalu jadi gebetan dan pasangan. Yang menawan juga tidak selalu jadi pria dambaan. Karna menurutku, bisa bersama dan menceritakan semuanya tanpa sungkan padamu yang tidak akan pernah aku anggap hilang adalah sesuatu yang aku anggap menyenangkan dan akan aku jaga.

Bagaimana kalau kamu?

Saat kamu sibuk begini yang aku tabahkan adalah hati dan kemauanku. Saat hati minta dituruti, tapi akal menahan. Semangat untuk menghadapi semua beban-bebanmu. Semangat untuk apa yang ingin kamu capai. Aku hanya bisa menyemangati semoga semuanya tercapai.

Untuk kita yang sudah cukup jauh, maka jangan dijauhkan lebih jauh lagi.

Terkadang aku ingin tahu, bagaimana rasanya jadi dirimu. Bisa benar-benar fokus pada apa yang ingin kamu kerjakan dan apa yang ingin kamu capai. Aku ingin tahu. Aku ingin tahu jadi dirimu yang bisa acuh tak acuh dan lebih berfokus pada dirimu sendiri.

Mengapa?

Agarku tidak melulu jadi diriku yang seperti ini, selalu peduli pada orang lain sampai terkadang lupa untuk mengurus diri sendiri. Menyebalkan, apalagi saat orang lain tidak memberiku perlakuan yang sama seperti yang aku berikan pada mereka. Lagipula, manusia memang sepertu itu kan? Kalau yang ia inginkan sudah didapat mereka akan lupa pada hal lainnya. Ah, aku ingin diriku ini tidak lemah seperti ini. Sulit sekali rasanya untuk mengatakan 'tidak'.

Tapi kamu memohon agar aku tetap menjadi diriku sendiri. Katamu, sifatku adalah yang menjadikan diriku yang sekarang, diriku yang kamu percayai. Aku menyukainya, caramu dengan semua tuturmu. Akhirnya, ada yang bisa menerima dan memahamiku apa adanya. Ini semua semakin membuatku jatuh padamu. Memang tidak aku katakan, cukup aku rasakan. Aku takut itu akan merubah semuanya. Bagiku, sudah cukup untuk seperti ini saja dulu. Biarlah bagaimana nantinya, aku jalani saja dulu. Menunggu waktu dan Tuhan beri restu.

Aku menyukai segala yang pernah kita bicarakan dalam ruang obrolan itu. entah itu adalah cerita mengenai keseharian, rahasia atau curhat, serta hal-hal tidak penting lainnya yang biasa kita utarakan disana. Bagaimana caramu menanggapi, membalas dan menasehatiku, aku menyukainya.

Apapun tentangmu yang sudah aku mengerti, adalah apa yang aku jaga dengan hati. Cukup aku dulu yang tahu. Tentang bagaimana kamu padaku, biarlah jadi rahasia Tuhan terlebih dahulu.

Coba dengarkan lagu ini mungkin pas dengan postingan di atas:)



Kenangan dan pengalaman kalian tumpahkan bersamaan pada diri saya. Banyak sekali kenangan di dalam lingkaran ini. Begitu pula dengan pengalaman yang diberikan tiada hingga. Menjadikan saya sekarang bisa, yang sebelumnya bukanlah apa-apa.

Bermain peran bukan semata-mata hanya ‘memainkan peran’, tapi juga berusaha benar-benar menjadi diri tokoh yang diperankan. Mempelajari tentang apa itu beda naskah, yang sebelumnya saya tidak mengerti sebelum tergabung dalam lingkaran ini. Mempelajari biografi penulis naskah, mengenal tokoh-tokoh teater, juga penyair.

Sejak awal, mereka mengajarkan saya tentang apa itu arti ‘Rayen’ dan apa arti ‘Lingkaran’ yang sesungguhnya. Bahwa saling menjaga, mengayomi dan mempererat tali persaudaraan satu sama lain. Berharap tidak akan ada salah satu yang akan lepas, karna itu akan menghancurkan sebuah lingkaran yang sudah sempurna dijaga dan diberi pondasi.



“Disini, kita masih menerapkan sikap kekeluargaan. Itu mbakmu.. itu masmu.. itu adek-adekmu.”

Kalau diluar mungkin masih sebagai kakak kelas dan adik kelas, maka jika sudah berkumpul dalam lingkaran akan menjadi serupa keluarga. Seperti sudah tidak ada batasan, karna kami keluarga. Kami cinta apa yang kami lakukan.

Teriakan, bentakan, makian sudah biasa terdengar keras ditelinga. Terkadang, semua itu memang perlu untuk membuatmu berani dan mengulangi apa yang sudah salah. Bukan bentuk penghinaan untuk diri, namun sebuah kalimat untuk proses intropeksi diri. Kami menyebutnya “kata-kata mutiara”.
Kalah ataupun menang, kita tetap lanjut untuk berproses. Jangan sampai ada yang lengah, atau proses terhenti di tengah-tengah. Karna semuai itu adalah jalan menuju sukses bersama.

semangat untuk selalu memberikan yang terbaik ya!

Terimakasih sudah memberi kenangan pada masa SMA. Memberiku banyak waktu tertawa dan menangis  bersama kalian adalah waktu-waktu yang berharga.

Terus berkarya!




Dulu aku dan kamu memang sudah bukan kita tentang apa yang disebut ‘kekasih’. hey, kita tetap teman. Seorang teman ada untuk temannya, walaupun tak berjanji untuk selalu ada. Jangan sungkan.

Sudahlah, masalah yang dulu jangan kamu ungkit lagi. Itu sudah lama terjadi, aku sudah memaafkan semuanya. Jangan. Jangan lagi buka semua luka itu. Aku sudah merasa cukup baik  dengan status pertemanan kita.

Cukup bersyukur, dulu kamu yang pernah mewarnai kelamnya hari-hariku yang abu-abu sebelum sesudahnya kau menghapusnya. Hariku yang sempat berwarna, kembali abu-abu lagi  saat kau bicara ada yang kau cintai lebih dari aku. Seharusnya, kau katakan saja padaku jika ingin mengakhiri semuanya dan pergi. Seharusnya, seharusnya. Dalam nama Tuhan aku akan belajar ikhlas, jika caramu waktu itu tidak dengan memberi bom atom pada lubuk hati ini. Walaupun sebenarnya itu juga sama lukanya, tapi juga tidak akan sesakit waktu itu dengan caramu memberiku kejutan tak terduga seperti itu. Caramu lebih menyakitkan dari yang aku bayangkan. Bahkan aku belum sempat mengambil ancang-ancang.

Kau telah berhasil memporak porandakan hati yang sudah ku tata rapi.  

Sudah-sudah, cukup membahas masa lalu denganmu. Semoga hubunganmu dengan perempuan yang katamu lebih kau cintai daripada aku itu langgeng. Semoga dia juga tidak merasakan sakitnya diberikan kejutan yang tak terduga olehmu. Semoga cukup aku, yang sudah kau khianati hatinya. Yang terakhir, semoga selalu berbahagia. 

Kita tetap teman. Bersikap baiklah karna akupun sudah berbaik hati padamu. Ingat, kita tetap teman.


Aku ini seperti benda yang kau gantung menjuntai
Bukan tentang mengapa aku
Namun, kau anggap aku ini apa?
Seperti hal yang tak lagi kau butuhkan
Lalu kau gantungkan
Aku mungkin tidak kau buang
Yang betul itu kau tinggalkan
Padahal mulanya kita imbang
Hingga akhirnya kau pilih jalanmu sendiri
Tanpa persetujuanku,
Tapi benar juga
Untuk apa perlu persetujuanku?

Semesta yang pernah menyatukan kita
Alih-alih dileburkan jadi satu
Justru, kita telah kalah oleh spasi berkoma
Tak pernah ku kira
Bahkan tiada ku rasa
Akan jauhkan kita berdua

Semuanya dibuat  sia-sia
Celahnya terlanjur berjiwa
Yang dibuatnya bukan perpisahan
Tetapi sebuah kesalahan dan proses pengalihan
Hingga pada akhirnya kita terkalahkan
Oleh beberapa sirkulasi untaian
Yang tak pernah kita rencanakan
Walaupun seberapa keras kupaksakan,
Semuanya telah ditetapkan tanpa bisa ada perpanjangan
Sejatinya yang ku inginkan adalah kebersamaan
Namun yang menjemput ialah perpisahan
Tanpa ada kata-kata darimu sebagai pembelaan
Guna untuk mempertahankan
Maafkan saya dan kamu tidak bisa lagi bertahan


-         I know I let you go,
Pretty sure you’re no longer

-Fybie Maharani
Postingan Lebih Baru Beranda

Halo, Sayangku ke

POPULAR POSTS

  • Insecure atau Kurang Bersyukur?
    Hai, kalian apa kabar? Masih di rumah aja ya hehe. Pada postingan blog kali ini saya nggak akan bahas yang asmara-asmara dulu. Salah satu pe...
  • Mereka Bahkan Tidak Tahu Siapa Kita
    Mengapa seseorang datang sebagai penyembuh setelah itu ia menimbulkan luka baru yang sama parahnya. Membuat luka lama bernanah lagi. Baru...
  • Lekat
    Malam itu kembali teringat muncul dan sangat lekat semuanya mendadak pekat Diperlihatkan-Nya padaku tentang sesuatu yang pernah terika...

Categories

  • Beropini
  • Bita
  • kisah
  • Letters
  • prosa
  • puisi

Blog Archive

  • ►  2025 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2023 (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2022 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2020 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
  • ▼  2019 (14)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ▼  April (9)
      • Kalian Semua Yakin?
      • Obrolan Malam Kemarin
      • Jangan Datang Dulu, Ya?
      • Semoga Saja
      • Bagaimana Kalau Kamu?
      • Kamu, Biar Aku Saja Yang Tahu
      • Teater Rayen
      • Akhirnya
      • Sirkulasi

Stay Connected

  • Search

    About Me

    Foto saya
    Fybie Maharani Putri
    hello, it's me Fybie. I'm just ordinary girl. catch me at @fybieee on Instagram. love, Bie.
    Lihat profil lengkapku

    Pesan

    Kalau ada waktu lagi, sesekali mampirlah ke sini. Tengoklah aku.

    Copyright © 2016 bie with you. Created by OddThemes