bie with you
  • Home
  • About
  • Prosa
  • Puisi
  • Beropini
  • Kisah
  • Letters
Rabu, 25 Maret 2020
Self Quarantine day – 9

Bagaimana kabarmu? Semoga selalu baik dan sehat. Aku harap kamu mengurangi keluar rumah ya, agar tidak tertular dan menularkan penyakit yang sedang heboh sekarang ini. I hope this pandemic end really soon. Udah bosen ya di rumah? Sama, nggak cuman kamu aja. Masih ada ¾ populasi manusia di bumi yang juga bosen stay di rumah tapi mereka tetap lakukan karna tau di luar sana lebih berbahaya. Stay di rumah jangan cuman dibuat guling-guling di kasur dong, apalagi yang masih remaja-remaja ini. Ada banyak hal yang bisa dilakukan, menulis dan membaca buku adalah contoh simpel aktivitas yang bisa dilakukan dengan santai di rumah.

Mari kita sama-sama perbaiki lagi apa pun yang tak terkendali.

Ya sudah, tetap di rumah sambil baca saja postingan blog saya kali ini ya. Awalnya sih iseng-iseng aja pengen nulis, terus keinget kalo belum buat postingan di Bulan Maret hehehehe. Jadi ya gini, nggak tau akan membawa pembaca ke arah mana. Ikutin aja aluran postingan ini, siapa tau suka atau kalo nggak suka gapapa sih.. kan saya nggak maksa kalian buat suka postingan saya hehehe.

Yaps, ini udah hari ke – 9 saya self quarantine. Udah jangan tanya ngapain aja, jelas aja bebas bangun jam 8-9 pagi, nonton film atau serial, baca novel sepuasnya, dan hal-hal lain yang biasanya tidak bisa dengan bebas dilakukan saat di hari produktif. Quarantine days buat kita lebih banyak makan dan ngemil gak sih? Kalo aku sih iya, padahal juga nggak ngapa-ngapain tapi rasanya nih mulut kalo gak dimasukin makanan atau cemilan bisa cemberut wkwkwk. Kalo kata mama sih, lebih baik gitu daripada hari-hari biasanya jarang makan karna sibuk ini itu. katanya, “udah nak makan aja, habiskan tambah juga nggakpapa. Waktu ada wabah virus corona gini kamu makan aja yang banyak, biar nggak sakit.  Mama seneng anaknya mama makan banyak.” Terus saya yang denger makin seneng dong. Tapiiii... gilirannya semua makanan pada dimakan, mama bilang gini, “aduhh kamu itu makan terus kerjaannya.” Hayoloh bingung gak jadi anak.

Tapi selama di rumah aja, feeling nothing gak sih?

Aku sih feeling nothing banget. Jadi pas mau produktif nulis kaya gini aja kudu mikir keras biar idenya mau muncul. Rindu, rindu banget sama suasana sekolah. Suasana kelas khususnya, rindu bisa kumpul sama temen-temen. Aku kan masih kelas 12 nih ya, eh udah lulus lah kan UN dihapus gegara wabah virus corona. Seharusnya, waktu-waktu terakhir bisa kumpul sama temen-temen, bisa foto-foto buat memori, ceritain masa-masa baru masuk SMA, waktu kelas 10 sampai kelas 12, atau sepulang sekolah mampir ke tempat mie ayam biasanya. Apalagi sepertinya remaja jaman sekarang lebih banyak yang nggak bisa diem di rumah dan nggak ngelakuin apa-apa, lebih suka aktif di luar rumah. Duh, beneran rindu sih.

Semoga rindu tidak membuatmu menjadi gila.

Aku kira 2020 bakal jadi tahun yang lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya, tapi masih bulan ke-3 udah kaya gini masalah yang datang. Tapi ya.. gabisa nge-judge juga sih, ya semoga aja di bulan-bulan berikutnya, masalah yang datang saat ini kian surut. Semoga di bulan-bulan berikutnya, 2020 nggak pelit buat kasih banyak kebahagiaan setelah apa yang udah 2020 beri buat kita di pembukaan tahun. Mari banyak-banyak berdoa agar di bulan yang akan datang, dilimpahi banyak kasih, kedamaian, kebahagiaan, dan ketenangan. Serta berdoa pula untuk saat ini, bumi yang sedang sakit semoga segera sembuh dan pulih aminn. Aku nggak tau sih, sebenarnya apa yang direncanakan Tuhan. Tapi mungkin maksud-Nya, kita disuruh untuk menoleh ke belakang. Melihat dan mengoreksi apa yang sudah kita lakukan selama ini. Kita merawat atau membunuh, merusak atau menjaga, menggunakan semua dengan baik atau menyia-nyiakan. Aku yang nulis ini jujur sih, mendadak sempat terdiam juga. Wah, iya kita manusia yang egois dan serakah.

2020 sangat baik menjalankan tugasnya untuk memperingatkan manusia, aku akui sangat baik. Jadi teringat kata Aurora, “bumi nggak cuman berputar buat kamu aja, jadi jangan egois.” Mampus.

Buat aku sendiri, 2020 benar-benar mengajarkan jadi manusia yang sejalan sama apa yang seharusnya bukan apa yang dimau. Buktinya, di awal 2020 aku bahagia banget tuh eh di bulan keduanya dihancurkan sehancur-hancurnya tapi sekarang udah baik-baik aja. Bener-bener kaya babak yang udah diatur dengan rapi nggak sih? Kita pemerannya, bumi adalah latarnya, aku sebagai tokoh utama dalam hidupku, kamu dalam hidupmu, dan Tuhan sebagai sutradaranya. Awal bulan bahagia tak henti, bulan kedua sakit hati, bulan ketiga masih baik-baik saja. Januari, Februari, dan Maret udah punya kisahnya, Maret juga hampir usai. Lalu bagaimana dengan April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember? Masih jadi rahasia jawab Tuhan. Di depan masih panjang, karna hidup tak hanya indah dan senang. Flat banget tau kalo hidup cuman dari dua hal itu, sedih dan kecewa juga membuat kita bertumbuh. Justru, tidak merasakan apa-apa atau merasa kosong atau feeling nothing lebih tidak nyaman. Menjadi manusia yang tidak merasakan apa-apa seperti manusia yang belum utuh manusia, karna sejatinya manusia itu perasa. Jadi sebenernya manusia nggak peka tuh nggak ada, yang ada cuman manusia yang nggak peduli alias males pake hatinya.

“Genggam tanganku dalam gempita
biarlah waktu mengabadikan aku dan kamu
dalam asin dan asingnya hidup
dalam manis dan pahitnya segala jalan yang kan kamu hadap
dimana pun kamu, disana pun aku ada”  —Tuhan 



Stay at home, stay healthy, and stay safe everyone💛



Playlist:
✓  Sad, slowly, da di dum di dum 🌙
✓  Playlist of my life
✓  You know, me well



See u soon,

/Bie/

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Halo, Sayangku ke

POPULAR POSTS

  • Insecure atau Kurang Bersyukur?
    Hai, kalian apa kabar? Masih di rumah aja ya hehe. Pada postingan blog kali ini saya nggak akan bahas yang asmara-asmara dulu. Salah satu pe...
  • Mereka Bahkan Tidak Tahu Siapa Kita
    Mengapa seseorang datang sebagai penyembuh setelah itu ia menimbulkan luka baru yang sama parahnya. Membuat luka lama bernanah lagi. Baru...
  • Lekat
    Malam itu kembali teringat muncul dan sangat lekat semuanya mendadak pekat Diperlihatkan-Nya padaku tentang sesuatu yang pernah terika...

Categories

  • Beropini
  • Bita
  • kisah
  • Letters
  • prosa
  • puisi

Blog Archive

  • ►  2025 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2023 (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2022 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ▼  2020 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ▼  Maret (1)
      • Quarantine Days Talk
    • ►  Februari (3)
  • ►  2019 (14)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (9)

Stay Connected

  • Search

    About Me

    Foto saya
    Fybie Maharani Putri
    hello, it's me Fybie. I'm just ordinary girl. catch me at @fybieee on Instagram. love, Bie.
    Lihat profil lengkapku

    Pesan

    Kalau ada waktu lagi, sesekali mampirlah ke sini. Tengoklah aku.

    Copyright © 2016 bie with you. Created by OddThemes