bie with you
  • Home
  • About
  • Prosa
  • Puisi
  • Beropini
  • Kisah
  • Letters

Ada semacam senyap yang tidak bisa dijelaskan oleh suara. Ia hadir tidak tiba-tiba, tapi juga tak pernah benar-benar dinanti. Seperti kabut yang turun perlahan, membungkus pohon-pohon tua, membuat kita kehilangan arah meski tetap di jalan yang sama. 

Aku masih berjalan. Langkahku mungkin tak sekuat dulu, tapi tetap melaju—tanpa perlu tahu ke mana tujuan akhir, asalkan tidak lagi berputar di tempat yang sama. Di suatu tempat di masa lalu, ada bangku kosong di bawah pohon rindang. Pernah ada dua cangkir di sana, satu dengan uap yang hilang terlalu cepat. Sejak hari itu, aku terbiasa memesan satu saja.

Kadang aku merasa ada mata yang tetap memperhatikan dari kejauhan, dan aku tak menoleh, bukan karena tak tahu… tapi karena tahu terlalu banyak. Ada rasa yang tak bisa lagi diberi nama, tapi masih sering duduk diam di ujung malam—menyebut doa tanpa suara, menyelip harap yang tak perlu pulang.

Kau tak akan sadar, tapi aku tetap berdiri di tepi jalurmu, bukan untuk menghentikan, bukan juga untuk menjemput. Aku hanya ingin tahu, apakah angin masih menyentuhmu dengan cara yang sama saat aku tak lagi di sana.

Aku pun berjalan—bukan karena tak ingin tinggal, tapi karena tanah di bawahku mulai retak tiap kali aku memaksa diam. Dan mungkin, itu bukan pertanda kehilangan… melainkan panggilan untuk pulang pada diriku sendiri.

Sekarang, aku tak lagi membawa nama siapa-siapa. Hanya sepotong bayang yang aku simpan rapi di dalam langkah, dan sesekali, saat dunia terlalu sunyi, aku masih tersenyum sendiri karena pernah dikenali—meski akhirnya tak dipahami. 

Bila suatu waktu kau merasa ada sesuatu yang mengawasimu lembut dari kejauhan, jangan takut. Itu bukan bayang-bayang, itu hanya aku—wujud doaku yang diam-diam menemani tiap langkahmu. 





/fay

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Halo, Sayangku ke

POPULAR POSTS

  • Insecure atau Kurang Bersyukur?
    Hai, kalian apa kabar? Masih di rumah aja ya hehe. Pada postingan blog kali ini saya nggak akan bahas yang asmara-asmara dulu. Salah satu pe...
  • Mereka Bahkan Tidak Tahu Siapa Kita
    Mengapa seseorang datang sebagai penyembuh setelah itu ia menimbulkan luka baru yang sama parahnya. Membuat luka lama bernanah lagi. Baru...
  • Lekat
    Malam itu kembali teringat muncul dan sangat lekat semuanya mendadak pekat Diperlihatkan-Nya padaku tentang sesuatu yang pernah terika...

Categories

  • Beropini
  • Bita
  • kisah
  • Letters
  • prosa
  • puisi

Blog Archive

  • ▼  2025 (1)
    • ▼  Juli (1)
      • Apakah angin masih menyentuhmu dengan cara yang sama?
  • ►  2023 (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2022 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2020 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2019 (14)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (9)

Stay Connected

  • Search

    About Me

    Foto saya
    Fybie Maharani Putri
    hello, it's me Fybie. I'm just ordinary girl. catch me at @fybieee on Instagram. love, Bie.
    Lihat profil lengkapku

    Pesan

    Kalau ada waktu lagi, sesekali mampirlah ke sini. Tengoklah aku.

    Copyright © 2016 bie with you. Created by OddThemes