bie with you
  • Home
  • About
  • Prosa
  • Puisi
  • Beropini
  • Kisah
  • Letters

"Dia hanya gadis iblis berhati dingin."

Setiap orang akan berbicara seperti itu tentang dia, Gwenny Nabita. Memang ada benarnya, dia adalah gadis berhati dingin dan terlihat menyeramkan seperti iblis karena memiliki mata yang tajam. Orang lain hanya mudah menyimpulkan sesuatu dari apa yang mereka lihat. Orang yang dekat dengannya akan memanggilnya “Bi” atau "Bita" sedangkan orang yang hanya sebatas tahu dan mengenalnya akan memanggilnya "Gwen" atau "Gwenny". Ia dikenal dengan sebutan "Gwenny, gadis iblis berhati dingin". Sungguh sangat disayangkan ketika namanya yang memiliki arti "gadis pintar yang berjiwa seni  dan diberkati" harus kalah dengan sebutan yang orang lain labelkan untuk dirinya.

Sampai ia beranjak dewasa pun orang-orang tetap mengenalnya dengan sebutan itu. hingga tidak ada seorangpun yang berani berteman dengannya. Ia selalu sendiri jika tanpa Rocky. Tak ada seorang pun jadi temannya di sekolah, di lingkungan tempat tinggalnya, ataupun di rumahnya. Namun ia sangat ingin memiliki teman, ia sangat ingin berbagi cerita dengan orang lain, menceritakan tentang dirinya yang tak orang lain ketahui. Bita hanya ingin ditemani, ia tak butuh banyak teman. Hanya butuh satu yang mampu menghadapi dan menerima dirinya selain Rocky anjing peliharaannya. Ia juga ingin memiliki seorang teman manusia.

***

“Bita tidak apa-apa sendirian. Tapi ‘tidak apa-apa’ pun tak akan bisa berlangsung selamanya.” Tulis Bita di dalam buku hariannya. 
Ia terlalu kesepian untuk dunia yang ramai. Ia memang bukan lagi seorang gadis kecil lagi. Namun ia adalah perempuan yang masih jadi gadis kecil bagi dunia yang lebar dan luas ini. Bita butuh seseorang yang mampu menggandeng dan menemaninya menghadapi sekaligus menjalani harinya di dunia ini.

Untuk sebuah kasih yang seharusnya bisa ia dapatkan dari kedua orangtuanya pun ia tak dapat itu. Ayah dan Ibunya berpisah saat Bita masih berumur 5 tahun. Terlalu kecil bagi Bita waktu itu untuk mengerti dan belajar menyembunyikan perasaannya. Sejak saat itu Bita sibuk merawat ibunya yang depresi karena berpisah dengan ayahnya yang meninggalkannya dan ibunya demi hidup dengan wanita lain. Bita sibuk merawat dan menemani ibunya sampai-sampai ia lupa jika ia juga sangat sedih. Ia tak lupa bagaimana caranya menangis, ia hanya lupa bagaimana cara dan rasanya tertawa.

***

“Bita..”

“Iya bu, sebentar.” Bita menutup buku hariannya dan beranjak ke kamar ibunya yang bersandingan dengan kamarnya.

Bita membenarkan rambut ibunya dan bertanya pelan, “Bita di sini bu, ibu butuh apa?”

“Jason”

Bita tercekat saat ibunya menyebut nama ayahnya, setelah bertahun-tahun baru kali ini ia mendengar ibunya menyebut nama ayahnya lagi.

“Ada apa bu, kenapa ibu menyebut nama ayah lagi? Ayah sudah per..”

“Ia pasti akan kembali kan?” tanya ibunya dengan mata berbinar-binar.

“Tidurlah bu, ia akan menemuimu nanti.” Lalu ibunya tersenyum dan memalingkan tubuhnya ke sisi kasur yang lain dan berusaha tidur.

Sementara Bita masih menatapi punggung ibunya, ia perlahan menyeka air mata yang hampir terjun bebas dari ujung matanya.

Dalam sunyinya kamar itu Bita bertanya pada ibunya yang seakan-akan akan menjawabnya dalam tidurnya, “Sedalam apakah sumur persediaan kata maafmu untuk ayah bu, sedalam apakah ibu mencintainya?”  Bita tak mampu lagi menahan perasaannya, ia menangis tak bersuara di kamar ibunya.

***

Setiap harinya Bita bangun pukul 05.00 pagi. Membersihkan dirinya, membersihkan rumah, membuat sarapan, membantu ibunya membersihkan diri, sarapan bersama sembari memastikan ibunya makan dengan baik. Tak lupa memberi makan Rocky juga. Semua tugas di pagi hari selesai, Bita keluar rumah setelah memastikan ibunya baik-baik saja. Bita menuju ke bukit dekat rumahnya, tempat favorit yang selalu ia tuju untuk menulis dan bermain dengan Rocky. Tempat yang sunyi, karena lokasinya yang dekat dengan rumah Bita semua orang tahu bukit itu tempat Bita sering berada jadi tak ada yang berani kesana. Bukan tak berani karena bukitnya, tapi karena ada Bita ada di sana. Karena Bita adalah si ‘Gwenny gadis iblis berhati dingin’. Bita sudah terbiasa. Sangat terbiasa dengan semua itu. Semua orang di desa percaya dengan sebutan itu, menyangka bahwa Bita benar-benar gadis iblis. Bita tak pernah mempermasalahkannya. Hanya saja sosok yang mengumbar sebutan itu adalah orang yang pernah jadi berarti bagi Bita.

Bita hanya tersenyum tipis melihat langit yang dihiasi awan-awan sambil mengingat semua itu. Namun hatinya terasa begitu perih.

“Rocky!”

“guk.. guk..”

Bita melempar mainan Rocky, lalu Rocky berlari menuju ke arah mana mainannya tadi dilempar. Setelah menemukannya, Rocky membawanya kembali ke Bita. Bita bermain-main kecil dengan anjing peliharaannya bermaksud melupakan kenangan yang sedikit menyakitkan baginya itu.

Hanya bermain dengan Rocky saja bisa mengembalikan perasaannya yang sempat biru. “Andai aku memiliki teman selain Rocky,  pasti akan sangat menyenangkan.” Bita bergumam dalam hati.

Awan tiba-tiba menjadi mendung, Bita dan Rocky pulang ke rumah. Saat tiba di rumah, keadaan rumah sangat tidak bisa diduga. Semua barang berserakan di lantai, bahkan beberapa hancur. Rocky mendadak jadi agresif dan berlari ke arah dapur. Bita khawatir dengan ibunya, iapun menuju kamar ibunya dengan hati yang tidak tenang. Ketika memasuki kamar ibunya, betapa kagetnya Bita melihat ibunya duduk di lantai ujung kamar dan terluka disekujur tubuhnya.

“Bu, kenapa rumah jadi seperti ini dan ibu terluka?” tanya Bita, matanya sudah berbinar-binar.

“Ja.. Jason..” rintih ibunya.

“Ada apa dengan ayah bu, ayah datang ke rumah?”

“Mencari Bita.. di.. dia pikir ibu mengusirmu dari rumah, karena orang disekitar sini bilang kau adalah gadis iblis berhati dingin.”

Bita bingung, darimana ayahnya tahu orang-orang disini menyebutnya begitu. Ia penasaran, “Darimana ayah tahu?”

“A.. Ayahmu memata-mataimu selama ini, ia bilang begitu saat kesini tadi.” Bita terdiam mendengar jawaban ibunya. Ayahnya memata-matainya, setelah meninggalkannya dan ibunya sungguh tidak terduga akan seperti itu, pikir Bita.

Bita membantu ibunya ke kasur dan mengobati luka-lukanya. Tiba-tiba Rocky datang sambil menggigit sepucuk kertas. Bita penasaran dan mengambilnya. Sebuah amplop ternyata, selembar surat.


Bersambung...


Malam itu kembali teringat

muncul dan sangat lekat

semuanya mendadak pekat

Diperlihatkan-Nya padaku tentang sesuatu yang pernah terikat

Diri ini memilih tirakat

dengan kesungguhan niat

hingga merasa nikmat

Inginku meminta taat

tetapi ada hati yang telah menetap tepat

memantapkan diri tanpa syarat

 

Namun tiada kata yang mampu ia ucapkan

sekali berkata dan parau tertekan

Aku seperti sesuatu yang mudah kau lupakan

tanpa sesal dan tak sama sekali memberatkan

Kala itu pula, kau lepaskan

genggaman tanganmu seperti tanpa beban

tak seperti sedia kala yang takut kehilangan

 

Naluri-naluriku seakan berhenti tak berjalan

Malam yang menggiringku pada musim rentan

gersang sudah pelataran

merasakan hati yang temaram  menjadi acuan

Musim kemarau datang memenuhi kekosongan

melumpuhkan tiap ingatan

Kau pergi pada malam menuju gersang 

di musim kemarau yang ‘kan datang

dan itu adalah kesimpulan





Love,

/Bie/


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Halo, Sayangku ke

POPULAR POSTS

  • Insecure atau Kurang Bersyukur?
    Hai, kalian apa kabar? Masih di rumah aja ya hehe. Pada postingan blog kali ini saya nggak akan bahas yang asmara-asmara dulu. Salah satu pe...
  • Mereka Bahkan Tidak Tahu Siapa Kita
    Mengapa seseorang datang sebagai penyembuh setelah itu ia menimbulkan luka baru yang sama parahnya. Membuat luka lama bernanah lagi. Baru...
  • Lekat
    Malam itu kembali teringat muncul dan sangat lekat semuanya mendadak pekat Diperlihatkan-Nya padaku tentang sesuatu yang pernah terika...

Categories

  • Beropini
  • Bita
  • kisah
  • Letters
  • prosa
  • puisi

Blog Archive

  • ►  2025 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2023 (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2022 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ▼  2020 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ▼  Juli (2)
      • Bita
      • Lekat
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2019 (14)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (9)

Stay Connected

  • Search

    About Me

    Foto saya
    Fybie Maharani Putri
    hello, it's me Fybie. I'm just ordinary girl. catch me at @fybieee on Instagram. love, Bie.
    Lihat profil lengkapku

    Pesan

    Kalau ada waktu lagi, sesekali mampirlah ke sini. Tengoklah aku.

    Copyright © 2016 bie with you. Created by OddThemes