bie with you
  • Home
  • About
  • Prosa
  • Puisi
  • Beropini
  • Kisah
  • Letters

Aku pernah berandai, bagaimana jika nantinya aku menjadi tokoh yang sangat berharga di kisah hidup seseorang? padahal hal yang aku lakukan selama ini hanya menjalani hari-hariku yang kebanyakan menangis?


kadang hidup terlalu lucu bagi sebagian orang termasuk saya. mengapa semesta menempatkan saya diposisi yang tidak dapat saya pahami? entah darimana asal ide itu berada, tapi menempatkan saya bersama orang-orang yang asing dan berusaha menguak siapa saya yang sebenarnya, memaksa masuk dan menjadi tokoh dari bagian cerita hidup saya itu membuat saya kebingungan.


sakit sekali bukan melihatnya bersama masa lalunya?


diksi-diksi tragis yang pernah aku tuliskan, adalah sebuah isyarat untukmu berhenti melakukan banyak hal bodoh yang membuat dirimu sendiri hancur. jujur aku sangat lelah untuk menolongmu, kau berusaha membangun namun kau juga yang menghancurkannya dalam waktu yang tak lama. entah itu bodoh atau ceroboh, seperti terlihat sama dan tak ada bedanya.


aku tidak pernah berteriak pada diriku sendiri sekalipun kemarahanku sudah memuncak di ujung kepada, aku melihat diriku sebagai seseorang yang sepertinya sudah pantas dikasihani, tapi aku tidak mau. aku mungkin bodoh, mendiamkan dan menerima semua alasan-alasan itu. tapi bukankah hal itu lebih baik daripada terus menjadi tokoh yang kesannya menyalahkan dan tidak mau mendengar apapun? itu menyakitiku, namun selama itu membuat kita baik-baik saja mengapa aku tidak mencoba mengalah?


every how-was-your-day questions, the way you listen to my stories, they say it's the bare minimum, but so why? those little things still matter, at least for me. I just want to appreciate things from the simplest one.


mengapa tangisku adalah hal yang mudah kau sebut-sebut?


mengapa seringkali kau bisa menyelipkan dia diantara waktu, obrolan, dan tawa kita? padahal kau tahu itu akan membuatku sedih, mengapa kau tetap lakukan? mengapa?


tidak sekalian saja kau tautkan jemarimu di tangan cantiknya itu, sayang?


ma, aku ingin pulang. apa artinya ada di tempat yang aku inginkan, jika orang-orang yang aku harapkan mampu menemani justru meninggalkanku tanpa dipikir lagi?


2 tahun awalnya ku kira tak terasa, ternyata sangat terasa dan masih kau orangnya. masih tetap sama juga pisaunya. bahagianya mungkin bertambah, tapi kau masih terikat pada hal yang sama, bermain pisau itu di tempat yang salah. mengapa aku masih tetap sama padamu?


aku berharga, iyakan?


note yang kamu tulis, warna kertasnya mulai pudar. goresan tinta nya ada yang sudah mulai sirna. apa yang mampu aku simpan untuk menyemangatiku selain kertas-kertas ini? karena ucapanmu yang tak pernah sama kuat dan kokohnya. berubah tiap saat, membingungkanku.


beberapa hari ini sering menghembuskan napas berat ya? tidak apa-apa jika itu membuat berat yang ada di dadamu sedikit berkurang. ya, walau hanya sedikit. 


kadang aku bertanya, untuk apa masih saja keras paksa apa yang sudah mati dari lama?


aku tidak akan kemana-mana,  apa kau juga sama atau justru sebaliknya?


dia cantik, tapi aku akan mengatakan aku lebih cantik. dia orang yang membantumu dari masa-masa sulitmu, tapi aku orang yang sering kau hampiri ketika kau butuh telinga dan dukungan. jika kau bilang dia sempurna, maka aku akan mengatakan bahwa aku tidak karna aku masih ingin terus membentuk diriku menjadi lebih baik lagi, kalau kau mau mari belajar bersama, namun jika kau memilih untuk bersama yang sudah baik seutuhnya, silahkan hampiri dia saja. sempurnaku tidak akan pernah ada, sementara cacat yang ada padaku adalah wadah belajarku. 


sungguh, aku tidak akan mempersilahkan diriku melihat dirinya lebih daripadaku untuk waktu yang lama. maafkan aku diriku, aku terlanjur memberimu celah untuk merasa lebih rendah daripadanya padahal kau sudah sangat baik dari versiku. 


dalam benakku, aku ingin sekali memukulimu, menjambak, dan memarahimu. tapi yang aku lakukan hanya diam kemudian menangis di sampingmu. bodoh sekali memang, aku menjadi seorang yang lemah dihadapanmu.


back to desember - taylor swift gak pernah gagal jadi lagu paling galau versi aku haha.


sayang, ayo kita selesaikan ini bersama ya? ini masalah, kalau hanya aku yang merasa dan hanya aku yang ingin selesaikan maka akan selalu berulang nantinya. aku butuh kamu turut ikut ambil langkah dalam hal ini. aku lelah jika hanya aku sendirian. aku kan ada kamu, mengapa aku hanya sendirian? ini kan untuk kita juga :)


jangan membuatku tidak percaya pada diriku sendiri. aku takut aku yang lelah, hingga aku memutuskan pergi. aku sempat menguburmu dan perasaanku tentangmu rapat-rapat dulu. aku tidak ingin itu terulang lagi. aku ingin kau tegas, tegas pada dirimu sendiri dan melihatku sebagai seorang perempuan yang harus kau jaga dan perjuangkan. buat aku kembali mempercayaimu, jangan buat aku semakin meragukanmu. luka yang dulu belum seutuhnya benar-benar sembuh. kau tahu itu. 


tidurku tidak pernah tenang akhir-akhir ini. selalu terbangun di tengah malam atau subuh hari. 


kepalaku ini penuh dengan hal-hal yang berlarian kesana kemari, telingaku berusaha ku tutup agar tidak semakin memperburuk suasana hatiku. aku juga mau percaya kamu.


"kamu harus tegas ke dia fay" semua orang bilang.

"iya aku harus" kataku pada diriku sendiri.


if only I could have so many voices to say how sorry I am.


I'm sorry if I hurt you.


aku terlalu banyak menangis, bahkan kau tidak mengetahui sesakit apa yang sudah aku simpan dan aku diamkan.


sudah sejak dulu aku berusaha menyembunyikan semua perasaanku, apa yang bisa aku simpan, aku tahan, aku rengkuh sendirian. lalu apakah sekarang aku selemah itu untuk hanya melakukan hal yang sama?


aku sering berpapasan dengan dia, masa lalumu yang sekarang aku lihat. mata kita sering bertemu, bahkan saling bertatapan selama beberapa detik. tapi ada kesempatan dimana, aku merasakan ada yang tidak beres. apa ini hanya perasaanku atau memang benar ada sesuatu? mengapa harus buang muka jika memang tidak ada sesuatu? ada apa sih?


I know that it breaks your heart when I cry again. but can we get through this? I hope we'll get past this.


aku menyukaimu, sesuka itu.


tolong jangan hanya mencintai di awal. aku ingin kau sampai akhir.

Setelah gempa sepersekian detik, kini hujan membasahi Tangerang. Satu perempuan menangis di pojokan kamarnya sambil menatap jauh ke luar jendela, melihat tetesan air hujan  yang berlomba jatuh ke bumi. Tidak ada seorangpun bertanya mengapa dan hal itu dirasa lebih baik untuknya yang sulit menjelaskan tentang perasaannya sendiri. Terlalu banyak amarah yang ia peluk dan simpan sendiri. Terlalu banyak sedih yang berusaha ia tahan agar tidak menangis. Namun apa daya, buyar semua yang berusaha ia simpan. Ia tak mampu mengendalikan hati. 

Hujan tak kunjung reda dan semakin deras. Perempuan ini semakin merasakan sesak di dadanya. Kalau diibaratkan sakit tak berdarah, berarti memar. Hatinya memar, dan jangan sampai mengeras jika terlalu lama. Semalam kawannya berkata, 

"sebenarnya kita tidak akan sekalut ini jika hati kita sedang tidak kacau balau." 

kalimatnya tepat sasaran dan sangat mendarat. Semua yang dikerjakannya kacau, seperti hatinya. Ia kira akan mudah jika berlari ke dalam kesibukannya yang ada. Justru kekacauan itu tidak dapat ia tata dan merusak segalanya. Banyak khawatir yang tidak dapat ia selesaikan, bahkan ditenangkan. Kepalanya sakit, hatinya lelah, namun langit mulai terang, hujan mereda dan jatuh hanya rintik-rintik, sayangnya tidak dengan air mata yang masih mengalir membasahi pipinya. Awan hitam di langit mulai berjalan pergi, tapi tidak dengan awan dan gemuruh petir di dalam hatinya. Lagu Tulus masih terus berputar menemani rasa kesepiannya. Kesepian bukan tentang ada teman bukan? kesepian tentang pikiran kita yang tidak dapat berhenti berpikir bahwa kita sedang sendiri. 

Banyak hal yang dipikirkan membuatnya sulit berdamai dengan diri sendiri, terkadang ia hanya perlu disandarkan dan dibelai kepalanya kemudian segala emosinya reda. Dia tidak tahu banyak orang mengasihinya tanpa perlu diungkapkan, ia akan baik-baik saja. Rasa khawatir yang ada di dalam kepala dan hatinya itu selalu menang, bisakah dirinya mengatasi pergumulannya ini?

Bagaimana ia tak merasa sendiri jika orang-orang yang ia kira sedekat itu dengannya seringkali meninggalkannya dengan yang lain, berseteru dengannya, memberinya banyak ekspektasi dan tidak mendengarkannya namun justru menyela dan memberikan banyak masukan yang tak perlu ia dengar? yang ia butuhkan hanya ditemani dan didengarkan.

Ia menyukai langit dan langit yang ia sukai selalu berubah-ubah tak pernah sama, namun ia selalu menyukainya. Langit yang ia lihat tak pernah sama dengan yang berusaha ia tangkap dengan kamera ponselnya. Itulah mengapa ia pernah berkata bahwa apa yang dilihat mata kita tidak akan pernah sama dengan apa yang dilihat orang lain dengan mata mereka. Hati tak bisa ditebak seperti langit yang selalu berubah. Mungkin ini juga menjadi alasan mengapa ia memilih untuk dekat dengan jendela, sangat klasik. 




Sepertinya perempuan ini hanya perlu waktunya sendiri, berdiam dan mengeluarkan apa yang memang seharusnya dibuang. Tak lama, hujan sepenuhnya berhenti dan tangisnya sudah tak ada lagi.







/f.

"Kita berdiri di atas banyak sampah yang tidak pernah kita bereskan." 

Merasa tidak adil karena hidup ini berat untuk sebagian orang, dan mudah bagi sebagian orang lainnya. Hidup yang kita jalani tidak semenyenangkan yang kita lihat di kehidupan orang lain. Kalaupun indah, maunya selalu indah. Padahal cacat pada suatu hal tidak selalu berujung buruk jadinya. Berusaha menjadi dewasa yang layak, berbicara tentang kelayakan memangnya semua orang layak hidup menjadi dewasa yang sok sempurna? layak. Semua orang layak untuk berharap dan berusaha menciptakan bagian terindah dalam hidup mereka, sebagaimanapun hancurnya mereka di dalam. Orang yang sok sempurna itu belum tentu bahagia dengan apa yang ia sempat rasakan dalam hidupnya dulu. Begitu juga dengan orang yang telah dipandang sempurna oleh orang lain sekarang, belum tentu ia bahagia. Selalu ada rasa sakit yang kita korbankan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Tidak mudah hidup di dunia yang isinya serba menuntut dan keji ini. Hal yang mampu kita lakukan hanyalah duduk ketika lelah, mulai bangkit lagi setelah tangisnya reda, memasang ancang-ancang untuk kembali lagi berjalan dan terjun ke dalam petualangan hidup yang beberapa orang menganggapnya sebagai suatu kompetisi. 

Beberapa orang menangis di masa mudanya yang akan segera berakhir dan memasuki fase dewasa, tapi lucunya dewasa itu tak cocok jika diukur dengan sekedar angka pada umur kita. Sangat klise jika orang-orang berpikir seperti itu, dewasa yang remeh sekali. Beberapa orang menangis karena kecewa dengan seseorang yang sudah mereka percaya mengkhianati mereka. Beberapa orang tertawa karena hidup mereka yang berantakan dan tak kunjung mendapatkan jalan keluar. Beberapa orang terpukul karena ditinggalkan orang yang mereka cintai karena sakit, diduakan, atau banyak alasan lainnya. Beberapa orang lainnya lagi sedang tersenyum memahami bahwa hidup suka sebercanda itu. Bersyukurnya, di seberang sana ada beberapa orang yang tersenyum hangat sambil menatap dan mendengarkan kawannya bercerita dengan pipinya yang basah karena tetesan air mata. Masih ada orang yang menghembuskan napas beratnya dan berusaha menatap ke depan memberi senyumannya kepada dunia ini yang tak pernah lelah memberi cobaan kepada setiap pundak yang lelah memikul beban yang tiada pernah habisnya. Masih ada orang-orang baik di luar sana, mungkin kita belum melihatnya dengan benar saja.

Beberapa orang hidup dengan jalan yang mereka tentukan sendiri tanpa mau peduli dengan hidup orang lain. Bagus memang, tidak menambah beban yang sudah cukup membuat muka keriput banyak pikiran. Hal yang perlu kita sadari adalah kesalahan memang seharusnya dibenahi, bukan untuk didiamkan dan disimpan rapat. Kau pikir laba-laba mau hinggap pada ruang permasalahanmu dan membuat jaring-jaringnya di sana? tidak sayang. Bereskan ruanganmu itu, hatimu perlu ditata ulang. Selesaikan semua hal yang membuat hatimu terganggu karena duka masa lalu ataupun cinta yang kau pendam sendiri. Orang lain bahagia, kau juga perlu bahagia. Mulai atur lagi ya, pelan-pelan. Kalau pun nanti akan berantakan lagi, sudah belajar bagaimana cara menata ulang kan. Beberapa hal memang perlu dipaksakan agar tidak semakin parah karena didiamkan. Diam tidak selalu emas. Diam juga mencelakakan, kita harus tahu tetapan batas diri kita. Jangan jadi pion yang orang lain harus gerakkan. Memang kau sanggup terus hidup di atas banyak pekara yang kau diamkan sampai berjamur selama ini? jangan hidup di atas banyak sampah yang tidak pernah kau bereskan. Orang lain akan mencium baunya. 

Membereskan masalah hidup tidak ada yang berani berkata itu hal mudah, tapi bukankah itu hal yang baik untuk dipaksakan? haha, salah satu hal baik yang dilakukan selain memaksa diri untuk minum obat ketika sakit. Membereskan masalah hidup bentuk dari rasa mengasihi diri sendiri. Mendengarkan orang lain, menulis untuk mengeluarkan isi hati, membeli makanan untuk diri sendiri, menyiapkan diri sebaik mungkin untuk suatu hal, dan banyak hal lainnya merupakan wujud mengasihi diri sendiri. Orang-orang berkata bahwa mengasihi orang lain tak perlu bersusah payah, namun mengasihi diri sendiri rasanya harus diusahakan setengah mati. Bedanya seperti langit dan bumi. Sepertinya kita perlu membalik pernyataan itu dan dimulai dari diri sendiri. Tidak berharap orang lain mengasihi kita kalau kita saja tidak mengasihi diri kita dengan benar. Masih seringkali membandingkan diri dengan sosok orang lain contohnya. Banyak bentuk rasa tidak bersyukur lainnya yang sering kita lakukan tanpa kita sadari. Kita yang menyakiti diri kita sendiri dan membuat diri kita seakan menjadi korban ulah orang lain. Kita suka sebercanda itu memang. 

Mari kita perbaiki ya? mari mengasihi dengan benar. Mengasihi dan memperbaiki diri kita terlebih dahulu, tak perlu membingungkan tentang siapa yang akan tetap ada bersama kita dan siapa yang akan datang. Perlu seringkali kita menaruh diri kita sebagai prioritas disamping mempedulikan orang lain. Orang lain akan otomatis datang, orang lain akan ada selagi kita juga membenahi dan mempersiapkan diri menjadi versi terbaik dari apa yang sempat diri kita ramu dulu, waktunya kita melanjutkan dan menyelesaikan. Jangan ditinggalin lagi ya segala persiapannya? proses gak pernah cepat, gak pernah mudah. Tapi jangan karena kau malas, kau betah berdiri dan bernapas di atas tumpukan sampah itu. Hidup sudah cukup gersang dengan tidak ada senyumanmu di sana, jangan ditambah dengan rasa tidak pedulimu terhadap diri sendiri. Kalau orang lain belum memiliki keinginan untuk memulai, jangan ikut untuk berhenti  dan menunggu, kau yang harus memulai. 



Tidak perlu sedih karena tahun ini masih sendiri di hari kasih sayang, kasih tidak terbatas pada suatu sosok maupun bayang. Kau ada bersama jutaan orang lain di luar sana yang sedang melalui satu hari penuh dengan muka kesal di wajahnya karena hari kasih sayang ini seakan-akan spesial ada untuk mereka yang memiliki gandengan. Tidak. Hari kasih sayang bisa kapan saja. Khusus untuk hari ini, perbedaannya ada dicatat pada kalender saja. Jadi, jangan menunggu orang lain untuk mengasihimu, mulailah dari mengasihi dirimu sendiri terlebih dahulu, dan kasih yang sesungguhnya akan terpancar dari sana. Selamat hari kasih sayang, untuk kalian yang mungkin sedang sendiri di kota orang. Selamat hari kasih sayang, untuk kalian yang mungkin sedang sendiri saat ini. Selamat hari kasih sayang untuk kalian yang merasa tak layak dikasihi. Selamat hari kasih sayang <3


diberikan bunga, boneka, coklat, dan surat cinta adalah bonus. Tapi orang yang dikasihi dengan hati yang tulus dan doa untuk bahagia menjadi juaranya!


Untukmu juga, selamat hari kasih sayang!

aku mengasihimu, selalu.



/f

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Halo, Sayangku ke

POPULAR POSTS

  • Insecure atau Kurang Bersyukur?
    Hai, kalian apa kabar? Masih di rumah aja ya hehe. Pada postingan blog kali ini saya nggak akan bahas yang asmara-asmara dulu. Salah satu pe...
  • Mereka Bahkan Tidak Tahu Siapa Kita
    Mengapa seseorang datang sebagai penyembuh setelah itu ia menimbulkan luka baru yang sama parahnya. Membuat luka lama bernanah lagi. Baru...
  • Lekat
    Malam itu kembali teringat muncul dan sangat lekat semuanya mendadak pekat Diperlihatkan-Nya padaku tentang sesuatu yang pernah terika...

Categories

  • Beropini
  • Bita
  • kisah
  • Letters
  • prosa
  • puisi

Blog Archive

  • ►  2025 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2023 (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2022 (3)
    • ▼  Juni (1)
      • isi kepala
    • ►  Maret (1)
      • Perempuan dan Jendela Kamar
    • ►  Februari (1)
      • selamat hari kasih sayang
  • ►  2021 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2020 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2019 (14)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (9)

Stay Connected

  • Search

    About Me

    Foto saya
    Fybie Maharani Putri
    hello, it's me Fybie. I'm just ordinary girl. catch me at @fybieee on Instagram. love, Bie.
    Lihat profil lengkapku

    Pesan

    Kalau ada waktu lagi, sesekali mampirlah ke sini. Tengoklah aku.

    Copyright © 2016 bie with you. Created by OddThemes