lengang

Jika dikatakan penyendiri, tidak. Jika dikatakan tidak memiliki teman, tidak juga. Terkadang penilaian dan pemikiran orang lain memang berhasil membuat kita mengecap diri kita sebagaimana yang orang lain pikirkan tentang kita walaupun kenyataannya tidak begitu. Seberpengaruh itu orang lain. Beranjak dewasa bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. dipaksa untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, padahal orang lain cenderung memikirkan diri mereka masing-masing. Dikatakan tidak boleh egois, tapi apa yang dilakukan oleh lingkungan kita justru sebaliknya. Bingung juga ya hidup di dunia, dipaksa untuk melakukan banyak sekali hal baik disaat lingkungan justru melakukan hal-hal buruk kepada diri kita. Dunia membentuk setiap kita menjadi pribadi yang beraneka ragam. Bagi orang-orang yang kuat, mereka akan terus menghadapi setiap lika-liku kehidupan. Sedangkan hidup di dunia bagi mereka yang telah merasa kacau, mereka berhenti di tengah jalan dan melambaikan tangan butuh pertolongan disaat yang lain tidak mau peduli, tidak ada yang mau menengok. 

Dunia itu mudah sekali panas, bukan hanya karena global warming. Namun juga karena manusia-manusia di dunia ini yang serakah dan memikirkan dirinya sendiri. Tidaklah mudah menjalani hari-hari sendirian di tengah padat dan ramainya hingar bingar manusia, jalanan kota, bunyi klakson, suara lampu lalu lintas, dan orang yang berteriak minta dimengerti. Sebagai seorang manusia yang menyaksikan semua hal itu disepanjang waktu dalam hidupnya, pasti merasa berisik dan berpikir bahwa sibuk sekali dunia ini. 

Iya, dunia ini ramai dan sibuk. Selalu berputar dengan milyaran perasaan dan pikiran manusia di dalamnya yang butuh diselamatkan. 

Iya dunia ini berisik sekali, tidak sama seperti hati ini yang lengang.

Mungkin jika dibayangkan sama seperti dunia ini yang sendirian berusaha terus berputar untuk ribuan perasaan yang ada di dalamnya. Manusia sekarang begitukan? senang sekali mengorbankan dirinya sendiri untuk sesuatu yang bahkan mudah untuk menyakitinya. Sebenarnya aku hanya ingin mengatakan bahwa manusia saat ini banyak sendiri. Bukan karena sendiri yang mereka inginkan, tapi dipaksakan untuk bisa sendiri dalam segala hal. Sendiri sudah bukan lagi topik yang jarang dirasakan oleh setiap hati.

Sepi memang ada dimana-mana, bahkan disetiap langkah kaki yang melangkah ada rasa sepi di dalamnya. Jiwa yang sepi ditambah dengan segala rasa berat yang menumpuk dalam hati, kompleks sekali. Hahaha, manusia kesepian yang rapuh dan manusia-manusia egois lainnya. Oh tidak, masih banyak manusia lainnya. 

Beranjak dewasa, pasti diikuti dengan rasa ragu dan rapuh. 

Aku sedikit menyesal tidak memakai waktu bermainku dengan baik saat aku masih kecil dan terburu-buru ingin menjadi orang dewasa agar mengerti banyak hal dengan imin-imin kalimat, "nanti ya, kalau udah besar..". Sekarang, saat menuju dewasa aku merindukan setiap titik kenangan dimana bisa tertawa lepas karena hal lucu dan asyik. Saat kecil, tidak takut menangis karena merasa sedih atau disakiti oleh sesuatu. Sedangkan sekarang, merasa tidak berhak menangis dan bahkan sulit menangis karena berpikir bahwa harus bisa lebih keras lagi berjuangnya, mindset "belum apa-apa ini mah!" padahal nyatanya, we're trying so hard to ourself. 

Padahal kan, it's okay to cry for a little while, we'll just keep trying and find a way out. Komunikasi sama orang lain bagus, tapi komunikasi sama diri sendiri berantakan. Jadi yang perlu diperbaiki sepertinya diri sendiri deh. Memang tidak mudah menghadapi diri sendiri. Tidak akan pernah ketemu juga mudahnya kalau tidak pernah dicoba. Sudah mencoba belum? Kalau belum, coba rileks dan tanya ke diri sendiri sebenernya apasih yang paling dibutuhkan? Temen buat cerita, atau justru waktu untuk nikmati sepi sama diri sendiri? Saking terlalu ramai dan berisiknya dunia ini, suara hati kita pun tidak terdengar. Memang sulit ya memahami diri sendiri :) pelan-pelan ya.

Teruntuk manusia-manusia di luar sana yang sedang bersusah payah berdamai dengan diri sendiri, lebih banyak ajak dirimu sendiri mengobrol ya. Jika sulit sekali rasanya untuk bisa mengobrol, coba tulis. Namun jika dirasa masih terlalu sulit, mungkin yang kau butuhkan hanya sepi dan menumpahkan semuanya. Menangis tidaklah menandakan bahwa dirimu lemah, ada banyak macam yang tidak dapat kita ungkapkan melalui perkataan dan hanya air mata yang dapat membantunya. 

Waktu di depan masih sangat panjang, jangan sampai dirimu lelah berjuang dan tidak kau istirahatkan. Rasakan apa yang perlu dirasakan, jangan mempersulit dirimu dengan tidak mendengarkan dirimu sendiri.

Untukmu yang seringkali berjalan sendirian di tengah ramainya orang berduyun-duyun kesana kemari, kamu keren sekali. Tidak semua orang bisa berjalan sendirian kesana-kemari tanpa teman di sampingnya. Mungkin kamu merasa sepi di tengah keramaian ini, tapi kamu keren karena mampu membuktikan bahwa kemana-mana sendirian itu bukan berarti sedang dijauhi orang lain melainkan karna kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada orang lain. Jangan munculkan perasaan sepi ya, sesaat pasti ada tapi lawanlah. 

Tidak lupa juga, bagi kamu yang merasa bahwa dirimu sudah cukup baik menjadi versi dirimu yang sekarang. Hai, kamu sadar tidak jika kamu adalah orang yang diimpikan banyak orang? Banyak yang ingin sampai pada titik dimana kamu sekarang, merasa bersyukur dengan pencapaianmu saat ini. Kamu terlihat bersinar dengan rasa percaya dirimu dan segala pencapaian luar biasamu. Tapi, jangan berhenti disini ya? ayo melangkah lagi, ayo maju lagi. Dunia tidak semudah itu puas. kamu tetap harus melangkah. karena versimu yang ada saat ini, belum tentu menjadi versi yang cukup nantinya. Jangan pernah lelah bersinar ya, sinarmu menyinari orang lain dan itu adalah secuil motivasi bagi mereka yang sedang membutuhkan. 


Besok masih ada waktu, mungkin akan lebih berisik. Mungkin juga akan lebih tenang. Atur perasaanmu, hatimu juga butuh ruang. Jangan biarkan komentar buruk seseorang mempengaruhi apa yang sedang kau pikirkan dan jalani. Selama apa yang kau lakukan adalah hal baik, tidak perlu berhenti karena sedikit gangguan. Jiwamu itu hebat, tidak perlu ragu ya? 




Tidak apa-apa jika bahkan dunia ini terlalu berisik untuk jiwamu yang tenang itu, selagi isi kepalamu tidak sedang ramai dan mau ditata, semua akan baik-baik saja. 



Semangat ya, dunia memang keras. Tapi kamu, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.







/bie

Tags:

Share:

0 komentar