Perbincangan Tentang Manusia

Manusia, ciptaan-Nya yang paling baik diantara lainnya. Diciptakan dari debu tanah, dijadikan serupa dengan-Nya. Harap-Nya mampu menjaga dan merawat ciptaan lainnya.

Namun, yang terjadi saat ini justru kebalikannya.

Manusia menumbuhkan egois dimana-mana, menebarkan kebencian diseluruh tanah yang mereka injak. Menjadikan negeri yang damai menjadi negeri penghasil pengacau. Manusia selalu merasa kurang akan apa yang mereka miliki, lebih banyak meminta daripada berusaha. Sangat sedikit beryukur.

Apakah manusia-manusia seperti itu yang diinginkan oleh dunia ini?

Entahlah, manusia semakin lama semakin merasa mempunyai hak istimewa untuk mengatur kehidupan orang lain. Sebenarnya tidak, bukankah kita sebagai manusia ini diberikan hak istimewa untuk mengatur kehidupan kita masing-masing dan menjaga ciptaan yang lain? Jawabannya ada pada diri kita sendiri. Saya dan kamu juga manusia. Hanya mungkin yang membedakan, bisa jadi cara berfikir kita. Umur tidaklah penting untuk mengukur sebuah kedewasaan.

Melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi belakangan ini, membuat saya mengerti. Setiap manusia itu pasti memiliki sifat  rebel atau memberontak. Sebenarnya tak salah juga, karna kita adalah manusia. Hanya saya, belakangan ini banyak manusia-manusia itu memberontak dengan tidak berpikiran. Tak apa memberontak, hanya jika kita disalahkan atas apa yang tidak kita perbuat. Namun disini saya tidak menyuruh kalian menjadi pemberontak ya! Mari berpikir positif.

Jika disisi ini ada pemberontak, maka disisi sebrang pasti ada yang suka menghakimi. Bagi manusia-manusia yang suka menghakimi atau merendahkan atas kehidupan manusia lain, kalian bisa membaca kutipan yang saya ambil.

•Menurut Al-Qur'an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)

•Menurut Alkitab Injil :

"Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama."
Roma 2:1

Mungkin itu contoh kutipan yang bisa saya ambil, masih banyak kutipan lain. Tapi saya memilih untuk mengambil kedua kutipan itu. Mengapa?

Di negara ini, yang paling banyak konflik adalah sebab adanya 'toleransi'. Saya sendiri selalu bertanya-tanya, mengapa toleransi sering diabaikan disini. Bentrok sana-sini mengatas namakan agama. Padahal sebenarnya, yang salah bukan agama nya tapi orang pelakunya yang mengakibatkan adanya bentrok itu sendiri. Sudah paham belum?

Kita tidak berhak mengatasnamakan agama atas perlakuan buruk yang kita perbuat. Walaupun kita adalah penganut agama tersebut. Sungguh tidak berhak. Karena bisa saja kita salah dan berperilaku buruk sehingga malah menjelekkan agama kita sendiri. Tidak pantas.

Bukankah benar, berani berbuat berani pertanggung jawab?


Berbincang-bincang tentang manusia, memang seru. Kita lanjutkan dikesempatan berikutnya ya!

/Bie/

Share:

2 komentar