Kalian Semua Yakin?
Kalian semua yakin? Kalau kalian menganggap kita semua ini teman? Tunggu, kenapa aku tidak? Sepertinya kita sendiri yang membuat keadaan semakin runyam.
Jangan saling menyalahkan dulu, coba intropeksi diri terlebih dahulu. Otaknya dijalankan, hatinya beriringan. Jangan salah-satu didahulukan dan yang lain tertinggal di belakang. Semuanya harus dalam porsi yang pas. Jangan merasa paling benar, jangan merasa paling salah juga. Apalagi sampai ada korban. Jangan memenangkan ego diri sendiri dalam sebuah lingkup orang banyak. Karena yang ingin dimengerti bukan hanya dirimu sendiri, tapi orang lain juga ingin dimengerti. Coba pakai pikiranmu, saat kamu menyalahkan orang lain coba pikir latar belakangnya dulu jangan asal ambil kesimpulan tanpa pikir lebih jauh. Bisa saja, maksud orang itu baik. Tapi kamu menerimanya justru sebaliknya.
Mesti nya kalian menjernihkan isi pikiran kalian dulu sebelum mulai menyalahkan atau membenarkan orang lain.
Kalian tahu apa akibatnya itu bagi orang lain? Bisa saja mereka akan kehilangan respeknya pada kalian. Bisa saja mereka sakit hati. Bisa saja orang itu akan balas dendam. Nothing impossible, right?
Untuk kalian yang telah menjadi korban, bersabarlah. Calm down. Berusahalah terlihat baik-baik saja walaupun tidak juga. Berusahalah sebisa mungkin untuk tidak terpaku pada kesalahan mereka dan terus nikmati caramu menyelamatkan mereka yang dipandang salah oleh mereka. Mungkin mereka akan sadar atau mungkin juga tidak. Tergantung bagaimana cara mereka berpikir dan mengambil keputusan. Lagi pula bisa saja mereka ikut-ikutan menyalahkanmu didepan orang lain karena sebenarnya mereka tidak punya kekuatan untuk berbicara dengan baik kepadamu. Lagi pula mereka hanyalah sebatas orang-orangan sawah yang berputar-putar mengikuti hembusan angin. Sabarlah, menyakitkan memang. Tapi dengan begini, kamu juga akan tau seberapa batasan kuatnya dirimu.
Sementara untuk kalian yang menjadi pelaku, ayo cepat sadar! Kalian diciptakan untuk berperilakuan baik. Bukan malah menjadi jahat dan tidak berhati memaki-maki orang yang ingin berbuat kebaikan kepada kalian. Peka lah sedikit menjadi manusia. Kalian hanya sok tau kepada si korban. Tentang apa yang ingin dilakukan dan diperbuatnya sebenarnya kalian tidak tahu apa-apa. Cobalah mengerti, dengan bersikap seperti itu orang lain justru memandang kalian rendahan dan tidak terpuji. Atau mungkin memang dunia sudah berbeda? Lebih mengunggulkan yang jahat daripada yang baik? Sudah, intinya kalian harus sadar diri dan intropeksi sebelum mulai menyalahkan orang lain.
Aku ingatkan, teman tidak seperti itu. Mungkin hanya sebatas kenalan. Pada zaman ini kita harus lebih selektif memakai kata "teman" atau akan runyam. Tidak semua bisa dipanggil teman. Tapi usahakan banyak-banyak lah memiliki teman hingga akhir hidupmu. Semoga kamu berhasil.
Penulis sepertiku ini bukanlah apa-apa di negara ini. Mungkin hanya seperti sebuah titik dibanyak kalimat. Tapi setidaknya sebuah titik ini bisa memberhentikan sebuah kalimat. Aku ingin seperti itu, kepada mereka orang-orang yang masih berpikiran tertutup dan terbalik. Ada untungnya juga menjadi baik walaupun lebih sering disakiti. Bisa melihat dari sudut kehidupan orang lain, mencoba mengerti dan cukup memahami.
Siapa yang tahu tentang akhir dunia? Mari berbuat baik, sebelum terlambat. Kalau dunia ini sudah berubah menjadi jahat, maka jangan kamu ikut serta. Jadikan dirimu berbeda dengan kepribadianmu sendiri.
Berbuat baik hari ini, buahnya menunggumu di masa depan. Untukmu, tetaplah sabar dan tersenyum:)
Tulisan ini, spesial untuk kalian korban kejahatan dunia. Selamat membaca. Aku mencintaimu! Be strong!
/Bie/

0 komentar