Namaku Lila
Namaku Lila
Kata orang tuaku dalam bahasa jawa berarti rela
Dapat juga berarti meriam kecil yang terbuat dari gangsa
Atau juga berarti warna ungu muda
Orang-orang memanggilku gadis kecil yang rambutnya selalu terikat dua
Yang dulunya
Terlahir prematur sebesar buah semangka
Namun barangkali juga aku salah
Mungkin sebesar buah pepaya
Ah sudahlah
Kini aku seorang gadis remaja
Aku tidak pernah pergi ke alun-alun kota
Mencicipi ayam mekdi
Berfoto ria dan diunggah pada beranda sosial media
Aku ini seorang gadis yang lugu mengutarakan apapun dalam pikiranku
Mungkin karena itu banyak yang tak ingin menjadikanku teman bermainnya
Aku gadis pendiam yang hidup dalam imaji
Yang aku ciptakan sendiri
Imaji yang terlalu indah untuk jadi kenyataan
Yang hanya dapat aku singgahi seorang diri
Aku Lila
Yang tidak ingin membuang waktu
Aku tak ingin tahu gosip-gosip tak penting
Cukup aku mengerti dongeng-dongeng jaman dahulu
Yang tak apa tak selalu berakhir bahagia
Kisah Marsinah, perempuan yang mati karena mewujudkan keadilan
Atau Kartini dan cerita feminimismenya
Hidup menurutku terlalu singkat
Jika hanya untuk mendengarkan bualan-bualan media
Hiruk pikuk pemerintahan
Yang hanya dibulat-bulatkan
Aku Lila
Aku rela
Rela waktuku ku habiskan hanya untuk hal-hal sederhana
Yang membuat hatiku bahagia dan lega hanya karena melakukannya
Aku Lila
Aku meriam kecil
Mampu mengubahkan pemikiran seluruh semesta
jika aku bersedia
Aku Lila
Aku memiliki jiwa yang berwarna
Dapat memberi kesan berwarna padamu yang kelabu
Yang mampu memenangkanmu dari gelapnya masa lalu
Tetapi aku Lila
Gadis berkuncir dua yang sederhana
Berpakaian gaun hitam yang selalu ku suka
Berharap orang lain tak hanya melihatku
dari luaranku
/Bie/
Tags:
puisi

1 komentar