Ini Yang Terakhir Kali, Tidak Ada Lagi Sekuel Tentangmu
Sabtu, 22 Februari 2020
09.35 pm
Listen to :
Don't - Gangga Kusuma
One Last Cry - Brian Mcknight
Aku bukan untukmu - Rossa
Usai - Rintik Sedu
Gapapa 1&2 - Rintik Sedu
Fuck u, goodluck too - Suggi
Motohiro hata - Himawari No Yakusoku
Bentar - bentar, saya ambil nafas dulu buat ngumpulin tenaga biar bisa nulis postingan ini.
Huft, okay.
Halo, bagaimana kabar kalian? Saya harap kalian selalu sehat dan dalam keadaan baik-baik saja ya:) jangan tanya kabar saya. Sudah terlihat dari barisan pertama kalau saya sedang berusaha untuk baik-baik saja. Bukan karena tidak ingin dianggap lemah oleh kalian. Hanya saja, menurutku ini hak ku. Oke ini bagian pembuka paling buruk yang pernah saya tulis. Maafkan saya.
Hari ini, mungkin sekitar dua atau tiga minggu setelah kejadian itu. Entahlah, saya malas menghitungnya. Jadi anggap saja sekitar dua atau tiga minggu. Sejak saat itu, hanya terhitung tiga hari saya jatuh sejatuh-jatuhnya. Lalu hari ini, terjadi lagi. Ternyata, masih belum puas-puasnya ya lara ini menyapa hehe.
Sayang sekali, hari ini aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa ini adalah hari terakhirku nelangsa, menangis, kecewa, dan sakit karena mu. Jangan mencari-cari lagi dimana sedihku pada hari-hari ke depan. Kau tidak akan menemukannya lagi. Aku berjanji pada diriku sendiri.
Lalu, jangan coba memikirkanku lagi saat kau ingin benar-benar healing. Atau bayangku akan dengan jahatnya selalu menghantuimu. Kau tau, aku tidak akan segan untuk benar-benar menghapusmu. Yap, kau mengerti bagaimana aku. Mungkin aku memang tidak memblokir, atau membisukan semua sosial media mu dan membiarkan semua milikmu lewat terlintas di layar ponselku. Tapi percayalah, aku tidak akan peduli walau hanya secuil tentangmu. Aku tidak akan berharap lagi. Maka kau pun lakukan yang sama. Aku ingin sekali membencimu, tapi tidak. Aku tidak ingin menyakiti diriku sendiri dengan membencimu. Membencimu membuatku akan selalu ingat tentangmu, dan itu hal paling memuakkan yang akan terjadi bila aku membencimu. Kau tahu, aku selalu berteman baik dengan semua orang-orang di masa lalu ku. Tapi terkhusus kamu, mungkin aku butuh waktu lebih lama untuk itu.
Kau sudah memilikinya, lalu aku yang baru saja tahu tentang kalian berdua di pagi buta tadi rasanya hancur lagi setelah sepersekian hari aku membangun pertahanan diri. Aku marah, aku sedih, aku kecewa. Kamu buat perasaanku gak karuan. Harusnya kamu paham, seharusnya kamu ngerti kalo emang waktu itu perasaanmu tulus ke aku, kamu nggak akan secepat itu mendekap seorang yang baru. Aku kira gak akan seperti ini, aku bodoh ya kasih banyak waktu buat kamu. Aku cuman kecewa. Kamu secepat itu berpaling.
X: ...lain dimulut lain dihati ya wkwk
Y: iya lain di hati ☺️
Kamu tau, aku iri sama dia. Yang gak pernah berjuang apa-apa buat kamu, tapi bisa kamu dekap sebegitu dalamnya. Perempuan yang nggak pernah nangis karena kamu, gak pernah tau rasanya nunggu kamu tapi bisa buat kamu cinta cuman dengan beberapa hari jadi peredam rasa sakitmu. Iya, aku tau kok. Aku penyebabnya dan dia peredamnya kan. Udah cukup iri nya, gak lagi.
Kamu akhirnya memberi kesaksian khusus buat aku, ternyata kalimat yang katanya "bisa suka dalam 3 detik" benar-benar ada dan kamu memberiku bukti secara nyata terang-terangan. Eh nggak sih, layar twitterku item kok. Eh~
You will never find me in another body.
Mengingat kata "belum siap" hahaha kaya mau ngapain aja. Padahal cuman tentang relationship. Eh ternyata, daebak! Wkwkwk astagaa. Udah ah udah, hehe astaga.
Udahlah capek, isi postingan tentangmu semua. Tentangku kapan? Yaudah iya.
Untukku, yok semangat yok! Gaboleh sedih-sedih lagi gegara hal kaya gitu lagi. Jangan suka begadang buat nulis lagi, inget kamu tuh bisa nulis kapanpun dimanapun. I love u more than I love somebody else, myself.
Maybe it's too big, but I trust it will be a piece of cake someday.
Seperti mengayuh sepeda, pasti akan selalu mengayuh pedalnya ke depan. Kalau ke belakang? Rantainya bisa lepas, dan akan putus. Hidupku setelah ini, nggak bakal aku bawa mundur ke belakang. Kamu ada di sana, gelap dan suram. Aku tidak ingin kembali ke masa lalu. Yang ada di depan terlalu menarikku seperti magnet U di laboratorium fisika yang sangat kuat. Maaf ya, kamu sudah terlewat.
Lewat tulisan ini, aku meneteskan airmata. Oh bukan, aku benar-benar menangis dengan derasnya. Gapapa lah ya, aku rela ini yang terakhir kalinya kok. Aku gak bakal ganggu kamu lagi. Jangan buat pasanganmu sepertiku, jangan ada lagi orang lain yang kau buat patah hatinya karna ke egoisanmu. Dengan cara paling ikhlas, aku tersenyum menulis akhiran postingan ini seperti caraku menerima mu datang dulu, maka sekarang aku akan tersenyum untuk benar-benar rela membiarkanmu pergi. Semua udah gak baik lagi, biarin semuanya bekerja semestinya. Ini untuk terakhir kali.
Wishing all my feeling was gone
Gotta get over you
Nothing for me to do
But have one last cry
Gotta get over you
Nothing for me to do
But have one last cry
One last cry
Before I leave it all behind
I've gotta put you out of my mind, this time
Stop living a lie
I know I gotta be strong,
'Cause 'round me life goes on and on and on
And on
Before I leave it all behind
I've gotta put you out of my mind, this time
Stop living a lie
I know I gotta be strong,
'Cause 'round me life goes on and on and on
And on
I'm gonna dry my eyes
Right after I have my one last cry
Right after I have my one last cry
One last cry
Before I leave it all behind
I'm gonna put you out of my mind, for the very last time
Been living a lie
I guess I'm down
I guess I'm down to one last cry
Before I leave it all behind
I'm gonna put you out of my mind, for the very last time
Been living a lie
I guess I'm down
I guess I'm down to one last cry
/Bie/
Tags:
prosa


5 komentar