Tentang Konsekuensi
Sudah tahun 2020 saja...
Semoga, yang telah patah disatukan dengan seorang yang baru. Seorang yang jatuh tersungkur karena ditinggalkan, dipertemukan dengan seseorang yang mau membantu berdiri tegak lagi. Yang telah dibuat sakit hatinya, diberi bahagia yang tak terhingga oleh seseorang yang tak terduga. Semoga pilu-pilu yang telah lebam ungu membiru tersembuhkan. Serta celengan rindu yang telah penuh bisa segera dipecahkan. Kamu, yang sedang menyimpan sesuatu rapat-rapat sendirian atau ingin menyampaikan sesuatu tolong ingat kalimatku ini ya “every word has consequences. Every silence, too.”
Sebenarnya itu tadi hanya basa-basi..
Aku tidak ingin menanyakan kabar, takut yang kuharapkan tidak sesuai dengan realita. Karena disini aku selalu mendoakan dirimu, diriku, dan kita agar tetap baik-baik saja. Apakah kau juga berharap seperti itu? —atau hanya aku saja.
Aku mau bercerita, kalau akhir-akhir ini hobiku mendengarkan musik yang genrenya pop yang lebih ke slow, melow, dan apalah itu namanya —aku lupa. Hobiku itu semakin menjadi-jadi hahahahaha. Bulan Januari lalu, sedang maraknya Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini nah, soundtrack-soundtrack di film itu kalau didengar lama-kelamaan enak juga. Pas juga sama suasana awal tahun 2020 yang udah melow. Di akhir nanti aku kasih listnya deh, nggak cuman soundtrack dari film itu aja kok tapi beberapa musik dari playlist aku!
Kalo ngomongin film itu, jadi keinget perannya Bang Ardhito gak sih? Walaupun ngga banyak, tapi membekas banget coy di ingatan. Fakboiiii. Hahahahahaha.
Ah random banget sih tulisannya. Hiks hiks writer nya juga bingung tauu mau nulis apaan buat postingan pembuka awal tahun. Hiks hiks ðŸ˜ðŸ˜
Maaf ya. Sebenernya waktu nulis ini, perasaan saya emang sedang campur aduk. Jadi bingung mau nuanginnya satu-persatu. Awalnya sedih banget, emang ya kalo pas sedih itu cocok banget buat ngepuitis ya ampun. Terus tiba-tiba kaya nolep. Abis itu sedih lagi. Ada-ada aja perasaan manusia. Ajaib memang Tuhan, bisa menciptakan manusia yang seperti ini.
Inhale, exhale..
Inhale, exhale...
Nggak semua harapan dan permintaan bisa jadi kenyataan.
Tuhan mengabulkannya satu-persatu, apa yang lebih kamu butuhkan bukan yang kamu inginkan.
Berusaha gak nangis nulis ini. Tapi gak bisa. Bodo amat. Saya capek, ngga ada yang larang saya buat nangis. Semua orang berhak sedih kan. Hehe~
Ternyata awal tahun 2020 udah kerasa beratnya ya. Udah lama deket, udah lama nyaman, udah kaya saling suka aja. Pas ditanyain ternyata nihil. Astaga jadi keinget Kale-Kale lagi :') brengsek si Kale emang, dasar fakboi gatau diri. Pernah ngga sih kalian ngalamin hal kaya gitu? Gimana rasanya? Sedih pasti, kecewa? Jangan tanya. Kebanyakan tanya deh. Retoris, dasar. Kalo kecewa ya sangat, walaupun berusaha buat gak kecewa ya. Karna kecewa juga termasuk hal yang menyakiti diri sendiri. Huft, dahlah pokoknya kecewa, sakit, perih, pedih.
Perihal ragu, diragukan seseorang yang telah kalian perjuangkan sepenuh hati bukan lagi setengah-setengah itu juga menyakitkan. Tapi dia juga berhak ragu terhadapmu, toh yang melihat juga dia. Tapi kok, hmm sakit juga Ya Tuhan. Jadi manusia susah banget, ngendaliin perasaan susah banget. Jadi manusia untuk dewasa seutuhnya ternyata sangat melelahkan.
Tolong deh, tolong bangettttt. Jangan janji-janji lagi kalo nyatanya menepatinya dengan menyakiti.
Waktu, aku kira waktu bisa merubah semuanya. Nyatanya keterangan waktu emang gak berarti apa-apa kecuali subjeknya yang bertindak atau melakukan aksi. Sungguh, ternyata perkiraanku salah. Lelah diri ini sekarang sudah lama mengelana waktu, ternyata diperhentian kau tetap memilih pacuan yang sama. Eh tapi kan, setidaknya kita sudah pernah berjalan bersama. Matamu, tuwaslah atiku selama iki wes berongga-rongga koyo keju ne ndek tom & jerry. Enak nde awamu, ajor nde aku.
Perkiraanku, kita akan menyelesaikan buku ini bersama-sama dengan akhir bahagia. Tapi kok makin kesini makin menunjukan kemungkinan kalau halaman selanjutnya belum tentu kita tetap bersama-sama? Bisa tidak yakinkan aku, beri aku jawaban bagaimana tentang kita selanjutnya? Aku lelah menduga-duga, juga takut terlanjur optimis ternyata akhirnya buatku rapuh hampir hancur.
Bisa nggak sih, jangan buat saya bertanya-tanya? Sedangkan kamu hanya diam duduk manis dan menertawakan pertanyaan-pertanyaan saya.
Selasa, 04 Februari 2020, 12.19 am
Akhirnya saya mendapatkan jawabannya, setelah berulang kali meyakinkan, dan memberanikan diri.
Hancur, yang saya rasakan saat ini hancur. Saya lelah harus mengutarakannya dengan cara apalagi agar tak terkesan menjatuhkan pihak lain. Saya sudah berusaha membuat ancang-ancang sebelum mengambil sebuah pilihan. Namun, ternyata saya akui saya cukup lemah untuk menerima sebuah jawaban yang mampu dengan mudahnya membuat saya jatuh seperti orang yang tak lagi kuat untuk memapah tubuhnya sendiri. Sembari air matanya terus mengalir deras selama berjam-jam hatinya merasakan lagi sakit dan remuk seperti 3 tahun yang lalu. —iya, merasakannya lagi. Dengan tokoh yang berbeda. Dahsyat sekali.
Dari sini saya tau, ternyata saya memang bukan bagian dari duniamu.
Kau bahkan tetap ragu dan takut hanya untuk mempercayakan hatimu padaku. Seakan-akan seperti akan ku hancurkan saja. Padahal tidak.
Kepalaku pusing sekali, air mataku tak berhenti mengalir. Bandel.
07.33 am
Berdoa, menguatkan hati, dan memulai hari.
Menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya bersama kesedihan semalam. Hehe, ternyata saya tetap tidak bisa bertahan dan menahan. Dasar lemah.
Rasanya masih berat sekali dan dada ini rasanya sesak.
Banyak banget sebenernya yang masih pengen di obrolin ke depannya. Tapi ternyata dipaksa untuk berhenti di sini.
Sempet berpikir, sebenernya rencana Tuhan buat saya itu apa. Kenapa seringkali dalam tiap hubungan yang saya jalani selalu berakhir dengan buruk. Saya masih belum pantas ya, Tuhan?
Bagaimana saya bisa tau bahwa kemarin malam adalah akhir bagi kita? Iya iya, kalau seandainya kemarin saya ndak tanya mungkin kedepannya kita adalah tokoh dari sebuah kepalsuan yang terus dilanjutkan. Tapi saya juga sedikit menyesali, kenapa kemarin saya bertanya. Kalau saja tau akhirnya akan seburuk ini, saya tidak akan bertanya. Siapa sih yang siap mengetahui kebenaran yang menyakitkan sebelum ada persiapan? Saya sebenarnya sudah feeling tapi ya saya beraniin diri aja buat memastikan lagi.
Toh sudah terjadi sayang, nasi sudah menjadi bubur. Ngga mungkin kan bubur jadi nasi lagi. Hehe. Sekarang, tinggal menikmati saja rasa sakitnya. Nanti, dibuat pelajaran buat kedepannya.
Loh, semudah itu kamu memaafkan dan melupakan?
Saya berusaha ikhlas, saya sudah memaafkan semuanya. Dengan memaafkan, rasa sakit yang saya tanggung berkurang banyak. Iya kejujuran yang menyakitkan. Tapi memang lebih baik sekarang daripada nanti. Saya memang sudah memaafkan. Tapi luka saya juga masih bernanah, tidak kering dengan sekejap. Ingin memang bisa membencimu. Tapi kok nggak bisa, semakin dipaksa yang ada ingatan tentangmu, tentang kita semakin ramai berteriak minta diperhatikan dan itu menyakitkan. Maka dari itu, saya lebih baik membiarkan semuanya berjalan sesuai alur yang sudah direncanakan Tuhan. Bagaimana kedepannya, terserah Dia.
Tetaplah bahagia, jangan menangisiku lagi. Cukup saya yang cengeng ini terus-terusan menangisi semuanya, walaupun saya juga berusaha berhenti dan healing. Jangan lupa makan, kesibukanmu jangan mengalahkan kesehatanmu.
Aku dulu telah berani memilih, dan jatuh hati lagi. Membagi kisah denganmu. Namun kini, aku akan belajar rela. Terimakasih sudah menemani selama ini. Terimakasih sudah singgah, terimakasih sudah membuatku nyaman sehingga aku betah.
Maafkan aku yang belum sempat berbuat apa-apa. Yang kulakukan selama ini hanya berusaha untuk membuatmu bisa lebih lama bertahan, tapi aku gagal ya? Atau memang ini sudah pilihanmu untuk pergi, sendiri.
Saya izin log out dari kisah asmara kita ya.
Nanti kalau sudah baik-baik saja, mari kita kembali sebagai seorang kawan. Tanpa ada perasaan cinta dihati. Nanti, nggak tau kapan.
Sekarang kita masih butuh waktu untuk healing.
Saya pasti akan sering merindukanmu. Entah kau akan rindu juga atau tidak nantinya. Tentang keputusanmu, jangan sampai menyesal ya. Semoga ini yang terbaik untukmu, dan juga untukku. Mengenalmu tak pernah jadi kekecewaanku, memiliki perasaan dan hubungan denganmu tidak pernah membuatku muak. Sakit hati pasti ada, karna tidak melulu tentang bahagia dan cintanya saja. Tapi itu bukan alasan untukmu pergi meninggalkanku. Saya harap kelak kau akan tetap baik-baik saja saat tiba-tiba ingatan tentangku melintas di pikiranmu. Saya harap, kau mengenangku dengan baik:)
Saya izin log out dari kisah asmara kita ya.
Nanti kalau sudah baik-baik saja, mari kita kembali sebagai seorang kawan. Tanpa ada perasaan cinta dihati. Nanti, nggak tau kapan.
Sekarang kita masih butuh waktu untuk healing.
Saya pasti akan sering merindukanmu. Entah kau akan rindu juga atau tidak nantinya. Tentang keputusanmu, jangan sampai menyesal ya. Semoga ini yang terbaik untukmu, dan juga untukku. Mengenalmu tak pernah jadi kekecewaanku, memiliki perasaan dan hubungan denganmu tidak pernah membuatku muak. Sakit hati pasti ada, karna tidak melulu tentang bahagia dan cintanya saja. Tapi itu bukan alasan untukmu pergi meninggalkanku. Saya harap kelak kau akan tetap baik-baik saja saat tiba-tiba ingatan tentangku melintas di pikiranmu. Saya harap, kau mengenangku dengan baik:)
Maafin ya. Saya akuin, saya ini emang banyak salah huhu padahal masih awal tahun. Sebagai permintaan maaf, saya kasih playlist saya aja ya!
Sad Song Playlist:
• Sisir Tanah - Lagu Pejalan
• Erika - Midnight Thoughts
• Suggi - Fuck u, goodluck.
/Bie/
Sad Song Playlist:
• Sisir Tanah - Lagu Pejalan
• Erika - Midnight Thoughts
• Suggi - Fuck u, goodluck.
• Kunto Aji - Pilu Membiru
• Singgah - Saat aku memilih
• Teddy Adhitya - Why Would I Be
• Sasha Sloan - Dancing With Your Ghost
• Brisia Jodie - Kisahku
• Brisia Jodie - Seandainya
• Nadin Amizah - Seperti Tulang
• Nadin Amizah - Rumpang
• Nadin Amizah - Sorai
• Sal Priadi ft. Nadin Amizah - Amin Paling Serius
• Mahen - Pura-pura Lupa
• Isyana Sarasvati - Untuk Hati Yang Terluka
• Rich Brian - Drive Safe
• Don't Look Back in Anger - Oasis (Cover by Annisa Endah)
• Daniel Caesar - Too Deep To Turn Back
• Daniel Caesar - Streetcar
• Ratih Pradnyaswari - Hilang
• Ify Alyssa - Dua Insan ft. Aditya Sofyan
• Sammy Simorangkir - Tak Mampu Pergi (cover)
• Rossa - Aku Bukan Untukmu (cover by The Macarons Project)
• Daramuda - Rara Sekar - Growing Up
• Hanin Dhiya - Berkawan Dengan Rindu
/Bie/
Tags:
kisah


3 komentar