LETTER 2 : The Darkest and Saddest
Teruntuk : Jingga
Hai jingga, aku hanya ingin mengungkapkan semuanya dengan cara ini. Bacalah, ya?
Jingga memiliki banyak arti, dan kamu bagiku adalah arti yang paling menyakitkan untuk dijelaskan.
Kamu tau, kemarin aku mengatakan
Aku mencintaimu dengan hebat kan?
Seperti apa contohnya?
Seperti aku mencintaimu dari cinta yang suci sampai penuh dosa disetiap helaan nafasnya.
Seperti aku memulai bernafas dan tak pernah lupa bagaimana caranya tetap terus bernafas.
Kamu adalah setiap kedipan mata untuk debu debu yang menerpaku.
Kamu adalah setiap tangga nada untuk nyanyianku.
Lalu tiba tiba,
Kamu menjadi genderang perang untuk setiap darahku yang menetes perih.
Kemudian dengan pahit, kamu menjelma menjadi jalan bercabang, membuatku harus memutuskan, tujuanku sendiri atau dirimu.
Lalu dengan hebat, ketika jawabanku tak segera tersuarakan, kamu menjelma sebuah hilang, tak pernah memberiku kesempatan menjelaskan.
@_ayuagstn_
/Bie/
Tags:
Letters

1 komentar