Teater Rayen


Kenangan dan pengalaman kalian tumpahkan bersamaan pada diri saya. Banyak sekali kenangan di dalam lingkaran ini. Begitu pula dengan pengalaman yang diberikan tiada hingga. Menjadikan saya sekarang bisa, yang sebelumnya bukanlah apa-apa.

Bermain peran bukan semata-mata hanya ‘memainkan peran’, tapi juga berusaha benar-benar menjadi diri tokoh yang diperankan. Mempelajari tentang apa itu beda naskah, yang sebelumnya saya tidak mengerti sebelum tergabung dalam lingkaran ini. Mempelajari biografi penulis naskah, mengenal tokoh-tokoh teater, juga penyair.

Sejak awal, mereka mengajarkan saya tentang apa itu arti ‘Rayen’ dan apa arti ‘Lingkaran’ yang sesungguhnya. Bahwa saling menjaga, mengayomi dan mempererat tali persaudaraan satu sama lain. Berharap tidak akan ada salah satu yang akan lepas, karna itu akan menghancurkan sebuah lingkaran yang sudah sempurna dijaga dan diberi pondasi.



“Disini, kita masih menerapkan sikap kekeluargaan. Itu mbakmu.. itu masmu.. itu adek-adekmu.”

Kalau diluar mungkin masih sebagai kakak kelas dan adik kelas, maka jika sudah berkumpul dalam lingkaran akan menjadi serupa keluarga. Seperti sudah tidak ada batasan, karna kami keluarga. Kami cinta apa yang kami lakukan.

Teriakan, bentakan, makian sudah biasa terdengar keras ditelinga. Terkadang, semua itu memang perlu untuk membuatmu berani dan mengulangi apa yang sudah salah. Bukan bentuk penghinaan untuk diri, namun sebuah kalimat untuk proses intropeksi diri. Kami menyebutnya “kata-kata mutiara”.
Kalah ataupun menang, kita tetap lanjut untuk berproses. Jangan sampai ada yang lengah, atau proses terhenti di tengah-tengah. Karna semuai itu adalah jalan menuju sukses bersama.

semangat untuk selalu memberikan yang terbaik ya!

Terimakasih sudah memberi kenangan pada masa SMA. Memberiku banyak waktu tertawa dan menangis  bersama kalian adalah waktu-waktu yang berharga.

Terus berkarya!


Tags:

Share:

5 komentar